IMG_20260216_114039_117

Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Jakarta.

JAKARTA (marwahkepri.com) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta peletakan batu pertama 107 SPPG Polri yang dipusatkan di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Dalam sambutannya, Presiden menyebut program makan bergizi gratis bukan hal baru di dunia. Ia mengatakan sejumlah negara maju dan demokratis telah lebih dahulu menerapkan kebijakan serupa bagi rakyatnya.

“Program semacam ini sesungguhnya bukan pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Sudah puluhan negara lain melaksanakan. Dan negara-negara yang maju, negara-negara yang demokratis, pasti punya program makan bergizi gratis untuk rakyatnya,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, urgensi program tersebut mungkin tidak dirasakan oleh masyarakat yang berkecukupan, namun sangat penting bagi kelompok rentan secara ekonomi. Ia juga mengakui program MBG sempat menghadapi kritik sejak awal peluncuran, namun tetap meyakini kebijakan tersebut berada di jalur yang tepat.

Baca Juga:  Suahasil Nazara Lantik 14 Pejabat Kemenkeu, Ini Daftar Lengkapnya

Prabowo menjelaskan, program ini dilatarbelakangi tingginya angka stunting yang pernah mencapai sekitar 25 persen anak Indonesia. Ia menilai persoalan tersebut memerlukan intervensi langsung pemerintah, khususnya kepada anak-anak, ibu hamil, serta kelompok lanjut usia yang kurang mampu.

Terkait pembiayaan, Presiden menegaskan program MBG dibiayai melalui efisiensi dan penghematan anggaran negara. Ia memastikan defisit APBN tetap berada dalam batas yang telah ditetapkan, yakni di bawah tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Presiden juga mengungkapkan bahwa program MBG saat ini telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat dan didukung lebih dari 22 ribu SPPG di seluruh Indonesia.

“Jumlah ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan tiap hari. Atau sama dengan 10 kali Singapura, tiap hari. Atau dua kali Malaysia, tiap hari,” katanya.

Program Makan Bergizi Gratis disebut sebagai bagian dari strategi transformasi nasional untuk menciptakan generasi sehat dan produktif menuju visi Indonesia Emas 2045.mk-setpres