Distribusi program Makan Bergizi Gratis untuk balita dan ibu hamil di Bintan saat awal Ramadan 1447 H

enyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar di Kabupaten Bintan diliburkan sementara pada awal Ramadan 1447 H. Namun, penerima kategori 3B tetap menerima bantuan makanan tambahan.(foto : ilustrasi AI)

BINTAN (marwahkepri.com) – Memasuki awal Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, aktivitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar di Kabupaten Bintan untuk sementara dihentikan. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari penyesuaian jadwal menyambut dan mengawali bulan puasa.

Di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seri Kuala Lobam, keputusan tersebut mulai diberlakukan pekan ini. Kepala SPPG Seri Kuala Lobam, Rizki, menyampaikan bahwa langkah itu mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Meski dapur untuk pelajar tidak beroperasi sementara, layanan bagi kelompok rentan tetap berjalan. Penerima manfaat kategori 3B—balita, ibu menyusui (busui), dan ibu hamil (bumil)—tetap memperoleh asupan tambahan.

Di wilayah Seri Kuala Lobam, tercatat sekitar 251 penerima manfaat 3B. Mereka dijadwalkan menerima rapelan makanan tambahan pada Kamis (19/2).

“Penerima manfaat 3B tetap disalurkan. Kamis ini mereka menerima rapelan snack,” kata Rizki, Selasa 17 Februari 2026.

Koordinator MBG Wilayah Kabupaten Bintan, Pina Deli, memastikan distribusi bagi kelompok 3B tetap terlaksana dengan dukungan jaringan kader di lapangan.

Baca Juga:  Libur Imlek dan Awal Ramadan, Trafik Penerbangan Bandara Hang Nadim Naik 15,5 Persen

Sementara itu, untuk para pelajar, penyaluran MBG dijadwalkan kembali berjalan pada Senin (23/2). Momentum awal puasa menjadi penanda dimulainya kembali distribusi makanan bergizi bagi siswa.

“Pemberian MBG bagi pelajar akan dimulai kembali pada Senin untuk pemberian di awal puasa,” tambahnya.

Di balik operasional dapur MBG, terdapat dukungan anggaran dari BGN. Rizki menjelaskan, setiap SPPG menerima dana sekitar Rp6 juta per hari yang digunakan untuk kebutuhan operasional, termasuk sewa bangunan dan peralatan dapur kepada mitra penyedia.

“Istilahnya seperti menyewa rumah. Jadi Rp6 juta itu sudah ditetapkan dari BGN untuk sewa gedung dan alat,” ujar Pina.

Ia menambahkan, meskipun kegiatan memasak tidak berjalan penuh selama masa libur pelajar, insentif operasional tetap dibayarkan. Hal ini karena dapur masih melakukan aktivitas pendukung seperti pembersihan dan perawatan fasilitas.

Penyesuaian ini menjadi bagian dari dinamika pelaksanaan program MBG di daerah, sembari memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan perhatian di awal Ramadan. MK-YR

Redaktur : Munawir Sani