Iring-iringan barongsai saat perayaan Imlek 2577 di Dabo Singkep Lingga

Atraksi barongsai memeriahkan perayaan Imlek 2577 Kongzili di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, disaksikan ratusan warga lintas agama dan suku.(foto:ilustrasi AI)

LINGGA (marwahkepri.com) – Suara gendang bertalu-talu memecah udara sore di Dabo Singkep, Selasa (17/2). Di antara deretan ruko dan jalanan yang dipadati warga, dua barongsai berwarna merah dan emas bergerak lincah, mengundang decak kagum dan tepuk tangan. Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kabupaten Lingga terasa hidup, penuh warna dan semangat kebersamaan.

Iring-iringan barongsai itu menjadi pusat perhatian. Anak-anak duduk di pundak orang tuanya, remaja mengabadikan momen lewat ponsel, sementara para orang tua tersenyum menikmati suasana. Dentuman simbal dan gendang berpadu dengan sorak sorai penonton, menciptakan harmoni yang menggema di sepanjang jalan.

Bagi masyarakat Tionghoa, barongsai bukan sekadar tontonan. Tarian singa ini sarat makna—simbol kekuatan, kebijaksanaan, dan keberuntungan yang diyakini membawa energi positif di awal tahun baru.

Namun yang terasa istimewa di Dabo Singkep bukan hanya atraksinya. Ratusan warga dari berbagai latar belakang agama dan suku berbaur tanpa sekat. Mereka berdiri berdampingan, larut dalam kegembiraan yang sama.

Salah seorang warga, Andi, mengaku tak pernah melewatkan momen ini setiap Imlek tiba.

Baca Juga:  Sambut Ramadan 1447 Hijriah, BWA Salurkan 10 Ribu Al-Qur’an untuk Natuna

“Biasanya saya menonton barongsai bersama keluarga. Anak saya juga sangat suka melihat atraksi ini,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman menyaksikan langsung barongsai jauh berbeda dibandingkan melihatnya di layar kaca.

Di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Lingga, perayaan Imlek menjadi ruang perjumpaan yang hangat. Lantunan musik tradisional yang menggema bukan dianggap sebagai gangguan, melainkan daya tarik yang memperkaya suasana kota.

Perayaan di Dabo Singkep ini bukan sekadar agenda budaya atau keagamaan. Ia menjadi cermin toleransi yang tumbuh alami di tengah masyarakat. Warna merah dan emas yang mendominasi perayaan seolah menegaskan harapan akan keberuntungan, sekaligus mempererat harmoni sosial di tahun yang baru.

Imlek 2577 Kongzili di Lingga pun meninggalkan pesan sederhana namun kuat: di tengah perbedaan, kebersamaan selalu menemukan jalannya.mk-willy

Redaktur : Munawir Sani