Ilustrasi mataa kedutan. (f: klikdokter)
JAKAARTA (marwahkepri.com) – Mata kedutan sering dikaitkan dengan berbagai mitos. Salah satu yang paling populer adalah anggapan bahwa mata yang tiba-tiba bergerak sendiri menandakan ada orang lain yang sedang membicarakan kita.
Sayangnya, bagi yang selama ini percaya mitos tersebut, ada kabar kurang menyenangkan. Menurut dokter mata, kedutan tidak ada hubungannya dengan seseorang yang sedang membicarakan kita.
Dokter mata dari Mayapada Eye Center (MEC), dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K), menjelaskan bahwa dalam dunia medis kedutan dikenal sebagai tic, yaitu gerakan tertentu yang terjadi secara tidak terkontrol.
Ada sejumlah faktor yang dapat memicu kondisi tersebut, tetapi bukan karena sedang menjadi bahan pembicaraan orang lain.
“Kedutan itu bisa muncul karena, satu orangnya kelelahan. Kurang tidur, atau activity yang tinggi,” terang dr Rini dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (9/9/2026).
Kurang Tidur hingga Dehidrasi
Menurut dr Rini, kelelahan dan kurang tidur merupakan salah satu faktor yang cukup umum memicu kedutan pada area sekitar mata.
Aktivitas yang terlalu tinggi juga dapat membuat tubuh mengalami kelelahan sehingga memicu gerakan otot yang tidak disengaja.
Selain itu, dehidrasi juga dapat menjadi salah satu penyebab.
Ketika sedang sibuk, seseorang terkadang lupa memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Kondisi tersebut dapat memengaruhi keseimbangan mineral dan elektrolit yang berperan dalam fungsi saraf dan otot, termasuk otot di sekitar mata.
“Biasanya sih dengan istirahat berkurang, atau mungkin perlu tambahan vitamin dan mineral, atau menggantikan kondisi rehidrasi,” jelas dr Rini.
Karena itu, ketika mata mulai sering berkedut, langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah memberikan tubuh waktu untuk beristirahat, mencukupi kebutuhan cairan, serta memastikan asupan nutrisi tetap baik.
Kapan Mata Kedutan Perlu Diperiksa?
Pada umumnya, kedutan mata bukan kondisi yang berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya setelah tubuh mendapatkan cukup istirahat.
Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan apabila kedutan terjadi terus-menerus atau disertai kondisi lain.
“Biasanya sih nggak berbahaya. Tapi kalau ada yang tic-nya terus-terusan, mungkin sudah ada kelainan neuromuskular. Itu mesti kontrol ke dokter spesialis tertentu,” pungkas dr Rini.
Jadi, jika mata tiba-tiba berkedut, tidak perlu buru-buru menganggap ada seseorang yang sedang membicarakan kita.
Bisa jadi tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal sederhana: sudah waktunya istirahat dan jangan lupa minum. MK-mun
Redaktur : Munawir Sani
