Sungai Eufrat yang mengalir di kawasan Timur Tengah mengalami penurunan debit air dan diprediksi berpotensi mengering pada 2040. (f: Foto: DW (SoftNews)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Sungai Euphrates River yang mengalir melalui kawasan Timur Tengah dilaporkan mengalami penurunan debit air secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Bahkan, sejumlah laporan memperkirakan sungai tersebut berpotensi mengering pada tahun 2040 jika kondisi saat ini terus berlanjut.
Sungai Eufrat merupakan salah satu sumber kehidupan penting bagi wilayah Turkey, Syria, dan Iraq. Sejak ribuan tahun lalu, sungai ini menopang perkembangan pertanian serta lahirnya berbagai peradaban kuno di kawasan Mesopotamia.
Dalam kajian ilmiah yang dilaporkan berbagai sumber, sistem sungai Tigris-Eufrat saat ini mengalami tekanan besar akibat perubahan iklim, kekeringan berkepanjangan, serta meningkatnya kebutuhan air.
Bahkan laporan pemerintah pada 2021 menyebutkan bahwa sistem sungai tersebut berpotensi mengalami kekeringan serius pada 2040 apabila tidak ada pengelolaan sumber daya air yang lebih baik.
Fenomena ini juga dikaitkan dengan penelitian dari satelit kembar GRACE milik NASA. Data satelit tersebut menunjukkan bahwa cekungan sungai Tigris dan Eufrat kehilangan sekitar 144 kilometer kubik cadangan air tawar sejak 2003.
Peneliti utama studi tersebut, Jay Famiglietti dari University of California Irvine, mengatakan penurunan cadangan air di wilayah tersebut terjadi sangat cepat.
Menurutnya, tingkat kehilangan air di cekungan Tigris-Eufrat saat ini merupakan yang tercepat kedua di dunia setelah India.
Krisis air di kawasan ini juga diperparah oleh meningkatnya kebutuhan air bersih, pertumbuhan penduduk, serta kurangnya koordinasi pengelolaan sumber daya air antarnegara.
Selain ancaman kekeringan, kondisi ini juga berpotensi memicu krisis kesehatan masyarakat. Beberapa laporan menyebutkan penyakit seperti diare, campak, cacar air, tifus, hingga kolera mulai meningkat di sejumlah wilayah di Irak akibat sulitnya mendapatkan air bersih.
Dalam perspektif Islam, fenomena mengeringnya Sungai Eufrat juga pernah disebut dalam hadis Nabi.
Dalam hadis riwayat Muhammad disebutkan:
“Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkap gunung emas sehingga manusia saling berperang untuk memperebutkannya.” (HR. Muslim No. 2894).
Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa hadis tersebut tidak bisa dijadikan kepastian waktu terjadinya kiamat. Hadis itu lebih dipahami sebagai peringatan tentang peristiwa besar yang akan terjadi menjelang akhir zaman.
Para ilmuwan menilai jika sistem sungai Tigris-Eufrat benar-benar mengalami keruntuhan total, dampaknya akan sangat besar bagi jutaan penduduk di Timur Tengah yang bergantung pada sungai tersebut sebagai sumber air utama. MK-mun
Redaktur : Munawir Sani
