KPMN bersama nelayan Desa Cemaga melaksanakan simulasi pemasangan rumpon di perairan Natuna, Selasa (5/5/2026). (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Komunitas Peduli Maritim Natuna (KPMN) bersama Pokmaswas dan kelompok nelayan Desa Cemaga, Bunguran Selatan, menggelar sosialisasi aturan serta simulasi pemasangan rumpon di perairan Natuna, Selasa (5/5/2026). Kegiatan tersebut didukung James Cook University Australia.
“Kegiatan kemarin kita laksanakan dalam rangka pertemuan rutin kami dengan komuitas yang tergabung di KPMN, kali ini kami melaksanakan sosialisasi aturan sekaligus simulasi pemasangan rumpon di Desa Cemaga,” kata Cherman ketua Komunitas Peduli Maritim Natuna, Rabu (6/5/2026) di Natuna.
Kegiatan tersebut melibatkan 22 komunitas yang tergabung dalam KPMN. Program ini juga mendapat dukungan dari James Cook University Australia dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.
Sosialisasi aturan pemasangan rumpon turut melibatkan Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau di Natuna, pemerintah desa, serta Kecamatan Bunguran Selatan.
“Selaku pelaksana, Kelompok Pengawas Bunguran Selatan, Cemaga. Sementara dari Cabang Dinas Perikanan Provinsi kita sejalankan dengan aturan dan perizinan pemasangan rumpon kepada nelayan setempat,” kata Cherman.
Cherman menyebut selama ini masyarakat menganggap pemasangan rumpon dilarang oleh pemerintah. Namun setelah dilakukan sosialisasi, diketahui bahwa pemasangan rumpon tidak dilarang, namun wajib memiliki izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Ia mengatakan proses pengurusan izin rumpon tidak mudah, namun saat ini dapat dilakukan secara online oleh nelayan.
“Aturan dan cara mendaftar izin ini kami menilai perlu adanya sosialisasi lebih luas lagi agar dimengerti oleh masyarakat”, kata Cherman.
Selain sosialisasi, simulasi pemasangan rumpon juga dilaksanakan langsung di wilayah perairan Desa Cemaga dengan melibatkan nelayan setempat.
“Kegiatan ini bisa dilaksanakan berkat dukungan dari UMRAH dan James Cook University Australia, dan kami mengucapkan terima kasih kepada pihak pihak terkait yang telah mendukung kegiatan kami kemarin,” ujar Cherman.
Cherman berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai kontribusi nyata dalam bidang maritim dan lingkungan bagi masyarakat Natuna.
“Kami ingin berkontribusi lebih banyak lagi dibidang maritim dan lingkungan untuk kepentingan masyarakat di Natuna tentunya melalui komunitas yang ada,” ungkapnya.
Camat Bunguran Selatan, Supardi, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai sosialisasi serta simulasi pemasangan rumpon memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Terima kasih telah memilih tempat kami sebagai pusat kegiatan sosialisasi serta simulasi pemasangan rumpon ini, saya berharap agar rumpon yang telah terpasangan dapat dirawat dan dijaga oleh nelayan, tentunya dapat memberikan dampak pada peningkatan ekonomi nelayan,” kata Supardi.
Sementara itu, Ketua Pokmaswas Cemaga, Masuri, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan KPMN, UMRAH, dan James Cook University Australia.
“Setau kami pemasangan rumpon itu dilarang oleh KKP tapi saat sosialisasi ternyata bukan dilarang namun harus ada izin,” kata Masuri. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
