Tim KPK meninjau proyek strategis pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Natuna, Kamis (9/4/2026). (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meninjau langsung sejumlah proyek strategis pengadaan barang dan jasa (PBJ) di Kabupaten Natuna, Kamis (9/4/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan transparan, sesuai aturan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Beberapa proyek yang menjadi fokus pemantauan di antaranya pembangunan rumah swadaya di Puak, infrastruktur jalan dan drainase kawasan permukiman, penataan kawasan kumuh terpadu, penambahan ruang layanan di Puskesmas Kelarik, serta pembangunan Jalan Tok Lot Kelarik.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasatgas Korsupgah KPK, Uding Juharudin, bersama tim. Turut hadir mendampingi Inspektur Daerah Natuna Robertus Louis Stevenson serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna.
Uding menjelaskan proyek yang ditinjau merupakan bagian dari program strategis daerah yang berkaitan dengan arah pembangunan kepala daerah dan memiliki nilai anggaran cukup besar.
“Untuk daerah seperti Natuna, nilai proyek Rp 2,7 miliar sudah tergolong besar, mengingat total APBD sekitar Rp 1 triliun per tahun,” ujarnya.
Ia menegaskan kegiatan peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan bebas dari penyimpangan.
“Kami ingin memastikan bahwa proyek yang dibangun tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
KPK juga mengingatkan bahwa sektor pengadaan barang dan jasa masih menjadi area rawan praktik korupsi, selain persoalan perizinan dan jual beli jabatan.
Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta lebih berhati-hati serta menjadikan regulasi sebagai acuan utama dalam setiap proses pelaksanaan pekerjaan.
Melalui pemantauan tersebut, KPK berharap seluruh proyek strategis di Natuna dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat meskipun dengan keterbatasan anggaran. Evaluasi secara berkelanjutan dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pembangunan ke depan. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
