Bupati Natuna Cen Sui Lan, saat dikonfirmasi sejumlah awak media. (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Pendidikan memberlakukan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi peserta didik di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur menyusul kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap kiriman dari Kalimantan.
Kepala Dinas Pendidikan Natuna, Hendra Kusuma, mengatakan kebijakan BDR tersebut dilaksanakan sesuai arahan Bupati Natuna sebagai langkah untuk menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik.
BDR di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur mulai diberlakukan sejak 31 Agustus hingga 5 September 2026. Namun, kebijakan tersebut dapat diperpanjang apabila kondisi udara masih dinilai tidak aman untuk aktivitas di luar ruangan.
”Untuk sementara BDR diberlakukan sampai hari Sabtu ini. Tapi kalau laporan dari Dinas Kesehatan cuaca masih buruk, akan kita perpanjang,” ujar Hendra, Kamis (3/9/2026).
Hendra menjelaskan, kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Natuna, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Selain Serasan dan Serasan Timur, pelaksanaan BDR juga diberlakukan di Kecamatan Subi dan Pulau Panjang. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi udara yang terdampak kabut asap.
Ia berharap kondisi tersebut segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat kembali berlangsung secara normal.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Natuna, Hikmat Aliansyah, membenarkan kondisi udara di Serasan dan Serasan Timur saat ini memburuk. Karena itu, aktivitas belajar mengajar untuk sementara perlu dihentikan dan dialihkan ke rumah.
”Berdasarkan data yang kami dapatkan hasil pemantauan cuaca dari puskesmas, saat ini yang paling terdampak yaitu di Serasan dan Serasan timur,” katanya.
Dinas Kesehatan Natuna, lanjut Hikmat, akan terus melakukan pemantauan kualitas udara di seluruh wilayah Natuna. Hasil pemantauan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Bupati Natuna dan tim satuan tugas untuk menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah selanjutnya. (nang)
Redaktur: Munawir Sani
