TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia menggelar program pengabdian masyarakat kolaboratif internasional di Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang.
Program yang didanai melalui hibah internal FEBM UMRAH tahun 2026 ini berfokus pada pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat melalui pengembangan paket eduekowisata ProKlim berbasis digital guna mendorong terciptanya desa wisata yang berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung sejak Maret 2026 ini merupakan bagian dari komitmen FEBM UMRAH dalam mendorong dosen untuk melakukan riset dan pengabdian berbasis pemberdayaan masyarakat.
Diawali dengan tahap asesmen awal dan observasi lapangan bersama pengurus Pokdarwis Senggarang, hasil pemetaan menunjukkan bahwa Pokdarwis secara kelembagaan sudah terbentuk, namun belum aktif secara operasional dan tidak memiliki sumber pendapatan tetap dan stabil. Tim pengabdi kemudian memadukan metode Participatory Action Research (PAR) melalui coaching clinic dan pendampingan intensif yang berlangsung sejak 1 Mei 2026.
Mirza Ayunda Pratiwi, S.E., M.Sc selaku Ketua Tim Pengabdi dari Program Studi Bisnis Digital UMRAH, menjelaskan bahwa kolaborasi internasional ini menjadi kunci dalam mentransformasi pengelolaan wisata Senggarang.
“Kami menggabungkan keahlian bisnis digital dari dosen UMRAH dengan perspektif internasional dari UiTM Melaka untuk membantu Pokdarwis mengemas potensi wisata sejarah, budaya, dan konservasi mangrove menjadi paket eduekowisata yang terstruktur dan bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.
Program ini melibatkan tim dosen FEBM UMRAH dari berbagai bidang keahlian serta dosen dan mahasiswa dari UiTM Melaka. Sebagai mitra utama, Pokdarwis Senggarang yang beranggotakan masyarakat aktif berperan sebagai penggerak wisata lokal.
Rangkaian intervensi yang dilakukan mencakup beberapa tema strategis, antara lain:
- Penguatan akuntabilitas dan partisipasi masyarakat berbasis kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG);
- Edukasi literasi kelautan (ocean literacy) dan pencatatan tabungan sampah bagi generasi muda pesisir;
- Transformasi digital dalam marine eduecotourism; serta
- Peningkatan literasi edu-ekowisata berbasis Program Kampung Iklim (ProKlim).

Hasil dari pendampingan ini mencakup tersusunnya lima paket wisata unggulan yang siap dipasarkan, mencakup Paket Sejarah & Budaya Senggarang, Paket Kearifan Lokal Nelayan, Paket Edukasi Konservasi Mangrove, Paket Adventure Laut, serta Paket Terpadu “Explore Senggarang” sebagai produk best seller. Selain itu, tim juga melahirkan Buku Panduan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang memuat instrumen teknis siap pakai, seperti Lembar Kendali Wisata untuk pencatatan transaksi harian dan Lembar Kendali ESG untuk rekapitulasi bulanan.
“Kehadiran instrumen terstandar ini memberi Pokdarwis Senggarang manfaat langsung berupa kemudahan melacak perputaran ekonomi sekaligus mengevaluasi dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas pariwisata secara komprehensif,” jelas salah satu dosen FEBM UMRAH yang terlibat.
Pada Jumat, 1 Mei 2026, dilaksanakan pilot project yang melibatkan wisatawan dan dosen dari UiTM Malaysia sebagai peserta uji coba. Rombongan dari kampus mitra ini menyusuri destinasi ikonik Senggarang serta kawasan konservasi mangrove untuk menguji alur pelayanan wisata secara menyeluruh. Mereka memberikan masukan berharga yang kemudian digunakan sebagai bahan perbaikan kualitas layanan.
Lurah Senggarang, Edi Susanto, menyambut baik kehadiran program pendampingan ini dan menilai penguatan tata kelola Pokdarwis sejalan dengan upaya kelurahan menjadikan Senggarang sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Melalui pendekatan edu-ekowisata, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga pada pembentukan kesadaran lingkungan, penguatan nilai edukatif destinasi, serta pelibatan aktif masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir, khususnya kawasan mangrove.
Integrasi antara edukasi, konservasi, dan ekonomi lokal menjadi fondasi utama dalam mendorong model wisata berkelanjutan di Senggarang. Program ini merupakan tahapan awal dari pemberdayaan berkelanjutan yang akan dilanjutkan dengan pendampingan intensif, meliputi penguatan tata kelola organisasi Pokdarwis, pengembangan sistem pencatatan keuangan yang akuntabel, serta optimalisasi strategi promosi digital berbasis konten edukatif.
Ke depan, FEBM UMRAH berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas melalui berbagai program hibah internal dan kolaborasi internasional yang berkelanjutan. MK-YR
Redaktur: Munawir Sani
