WhatsApp Image 2026-07-18 at 13.09.39

Uji mesin genset Hartech Diesel Embung Sebayar berkapasitas 220 KVA. (Foto: nang)

‎NATUNA (marwahkepri.com) – Pengoperasian Embung Sebayar sebagai sumber pasokan air baku tambahan untuk masyarakat Ranai membutuhkan biaya operasional yang cukup besar, terutama jika masih mengandalkan mesin genset.
‎
‎Direktur Perumda Air Minum Tirtanusa Natuna, Zaharuddin, mengatakan biaya operasional embung dapat mencapai hampir Rp 700 juta per bulan apabila pompa dioperasikan menggunakan genset selama 24 jam penuh.
‎
‎”Kalau menggunakan genset selama satu bulan penuh, kebutuhan operasionalnya hampir Rp 700 juta,” ujarnya.
‎
Ia menjelaskan, perhitungan tersebut berdasarkan konsumsi bahan bakar genset sekitar 40 liter per jam. Dengan asumsi harga bahan bakar Rp24 ribu per liter, beroperasi selama 24 jam setiap hari selama 30 hari, total biaya operasional mencapai sekitar Rp 691 juta per bulan.
‎
‎Namun, biaya tersebut dapat ditekan apabila Embung Sebayar menggunakan pasokan listrik dari PLN.
‎
Menurut Zaharuddin, pengoperasian dengan tenaga listrik juga tergolong tinggi karena membutuhkan sekitar Rp 126 juta per bulan.
‎
‎Ia berharap Embung Sebayar dapat segera beroperasi secara optimal karena keberadaannya sangat penting untuk memperkuat pasokan air bersih di Kota Ranai, terutama saat musim kemarau ketika debit sumber air utama mengalami penurunan.
‎
‎Zaharuddin menjelaskan, Embung Sebayar memiliki reservoir berkapasitas 100 meter kubik air bersih dengan kapasitas pompa mencapai 50 liter per detik.
‎
‎Dengan kapasitas tersebut, embung diperkirakan mampu melayani sekitar 5.000 pelanggan Perumda Air Minum Tirtanusa Natuna, sehingga diharapkan dapat mengurangi persoalan krisis air bersih yang selama ini kerap terjadi di wilayah Ranai dan sekitarnya. MK-nang

Baca Juga:  Kapolres Natuna dan Forkopimda Tinjau Arus Mudik di Pelabuhan Penagi

Redaktur: Munawir Sani