Tim gabungan memadamkan karhutla di Desa Kudung Lingga

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pengendalian titik api karhutla di Desa Kudung, Lingga Timur. (Foto: willy)

LINGGA (marwahkepri.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun I Kudung, Desa Kudung, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, telah berdampak pada area sekitar 81 hektare. Hingga Selasa (29/9/2026), tim gabungan telah memadamkan sekitar 58 hektare dan masih melakukan pendinginan terhadap titik-titik yang terdapat bara.

Berdasarkan hasil verifikasi dan pengukuran BPBD Kabupaten Lingga menggunakan drone serta penentuan titik koordinat melalui Google Earth, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 81 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 58 hektare telah berhasil dipadamkan.

Dalam penanganan karhutla tersebut, sebanyak 31 personel dikerahkan. Mereka terdiri dari lima personel Polsek Lingga, 13 personel Yonif TP 849/BS, lima personel BPBD Kabupaten Lingga, satu personel Koramil 05/Daik, dua personel Posbinpotmar dan lima masyarakat Desa Kudung.

Tim harus menyusuri jalan setapak sekitar 800 meter untuk mencapai lokasi. Personel tiba di Tandon Air 7 dan langsung melakukan pemadaman pada sejumlah titik api, terutama di sekitar kebun sagu masyarakat.

Personel dibagi menjadi tiga kelompok untuk menangani titik api yang tersebar. Tim juga membuat jalur pemutus api dan membuka akses menuju sejumlah titik yang sulit dijangkau.

Baca Juga:  RDP Bersama Komisi VI DPR RI, BP Batam Paparkan Rencana Kerja Program Pembangunan

Untuk mendukung kebutuhan air, tim memanfaatkan tandon penampungan air berbahan terpal. Hingga saat ini, sebanyak delapan tandon air telah dibuat untuk mendukung proses pemadaman.

Sejumlah sarana dan prasarana turut dikerahkan, antara lain satu unit armada Damkar Yonif TP 849/BS, satu unit tangki air BPBD Kabupaten Lingga, satu unit mobil pikap, dua unit mesin Robin BPBD, satu unit mesin Robin masyarakat Desa Kudung serta ratusan meter selang pemadam.

Tim juga menggunakan excavator milik PT CSA untuk membuat jalur pemutus api guna mengantisipasi perambatan api menuju kawasan hutan dan kebun sagu masyarakat.

Proses pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala, terutama lokasi titik api yang jauh dari jalan aspal. Kondisi lahan gambut dan rawa kering, daun sagu kering, pohon tumbang serta jauhnya sumber air juga menyulitkan petugas menjangkau sejumlah titik.

Keterbatasan akses dan perlengkapan, khususnya selang pemadam, turut menjadi kendala dalam menjangkau titik api yang berada jauh dari sumber air.

Berdasarkan pendataan, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materiel sementara berupa pohon sagu yang terbakar diperkirakan sekitar 180 batang.

Baca Juga:  Modus Love Scam, Pria di Batam Diduga Tipu 10 Korban

Cuaca di sekitar lokasi sempat diguyur hujan ringan. Sejumlah titik api telah berhasil dipadamkan, namun masih terdapat sisa bara sehingga proses penyiraman dan pendinginan terus dilakukan untuk mencegah api kembali muncul.

Kapolsek Daik Lingga menyampaikan bahwa upaya pemadaman akan terus dilakukan bersama seluruh unsur terkait.

“Kami bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemadaman, pendinginan, serta monitoring terhadap titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan api. Koordinasi dan sinergitas di lapangan terus ditingkatkan agar kebakaran tidak kembali meluas,” ujarnya. (willy)

Redaktur: Munawir Sani