Bupati Natuna Cen Sui Lan usai membuka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) 2026 di Kantor BMKG Natuna, Selasa (22/9/2026). (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Pemerintah pusat disebut akan menyalurkan kapal ikan berbahan besi berukuran 30 GT ke atas kepada nelayan yang tergabung dalam Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Natuna pada 2027. Program tersebut juga akan disertai pelatihan untuk meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengoperasikan kapal berukuran besar.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari program Presiden Prabowo melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kapal tersebut diharapkan dapat meningkatkan skala usaha penangkapan ikan nelayan Natuna.
“Kalau tahun depan, Natuna akan kecipratan kapal besi 30 GT ke atas. Kapal ini nantinya diberikan untuk Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Cen Sui Lan usai membuka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) 2026 di Kantor BMKG Natuna, Selasa (22/9/2026).
Cen mengatakan, sebagian nelayan Natuna masih menjalankan aktivitas penangkapan ikan secara tradisional sehingga membutuhkan pelatihan untuk mengoperasikan kapal berukuran 30 GT atau lebih.
“Nelayan kita masih banyak yang tradisional. Jadi mereka belum mampu mengoperasikan kapal 30 GT ke atas. Nanti akan ada pelatihan,” katanya.
Menurut Cen, pelatihan tersebut juga akan melibatkan lulusan baru sekolah pelayaran untuk membantu memberikan pendampingan kepada nelayan.
Selama mengikuti pelatihan, nelayan juga akan mendapatkan biaya hidup hingga mampu mengoperasikan kapal dan memperoleh penghasilan dari aktivitas penangkapan ikan.
Cen mengatakan, penggunaan kapal 30 GT ke atas memungkinkan nelayan melakukan operasi penangkapan ikan dalam waktu lebih panjang dibanding pola melaut yang selama ini dilakukan.
“Selama ini nelayan kita pergi pagi, pulang petang,” kata Cen.
Dengan kapal berukuran 30 GT ke atas, nelayan nantinya dapat berada di laut hingga sekitar 14 hari. Kondisi tersebut memungkinkan wilayah operasi penangkapan diperluas dan hasil tangkapan dikumpulkan lebih banyak sebelum dibawa kembali ke darat.
Selain kemampuan mengoperasikan kapal, nelayan juga perlu memahami navigasi, keselamatan pelayaran, penggunaan mesin, kondisi cuaca, manajemen perbekalan serta pengelolaan hasil tangkapan selama berada di laut.
Cen berharap program tersebut tidak hanya meningkatkan jumlah dan ukuran armada nelayan, tetapi juga meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengelola usaha perikanan.
Program kapal ikan 30 GT ke atas tersebut ditargetkan mulai dirasakan nelayan Natuna pada 2027 melalui Kampung Nelayan Merah Putih. (nang)
Redaktur: Munawir Sani
