investasi-batam-naik-rp44-triliun-data-center-amsakar

Wali Kota Batam ex-officio Kepala Badan Pengusahaan Batam, Amsakar Achmad, menjadi narasumber di CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026). TANGKAPAN LAYAR CNBC INDONESIA

BATAM (marwahkepri.com) – Kota Batam terus menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu pusat investasi terbesar di Indonesia. Sepanjang 2025, realisasi investasi di Batam mencapai Rp44,01 triliun, meningkat 72,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp25,46 triliun.

Capaian tersebut sekaligus melampaui target investasi yang ditetapkan sebesar Rp36,9 triliun, dengan tingkat realisasi mencapai 118,87 persen.

Hal itu disampaikan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, saat menjadi narasumber dalam program PROFIT CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).

Menurut Amsakar, pertumbuhan investasi tersebut tidak terlepas dari berbagai reformasi yang dilakukan pemerintah, mulai dari penyederhanaan regulasi, percepatan pelayanan perizinan, pembangunan infrastruktur, hingga meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Batam.

Selama memimpin Batam bersama Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, berbagai kebijakan terus diarahkan untuk menciptakan pelayanan investasi yang lebih cepat, mudah, dan memberikan kepastian hukum.

“Ekonomi Batam berjalan dengan baik dan investasi terus berkembang. Berbagai regulasi yang diterbitkan pemerintah menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing kawasan,” ujar Amsakar.

Perizinan Dipercepat, AMDAL Kini Hanya 38 Hari

Amsakar menjelaskan arahan Presiden RI agar seluruh proses pelayanan kepada dunia usaha disederhanakan langsung ditindaklanjuti melalui reformasi sistem perizinan.

Salah satu hasil nyata terlihat pada proses persetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang sebelumnya memerlukan waktu antara enam bulan hingga dua tahun. Kini, rata-rata proses tersebut dapat diselesaikan hanya dalam 38 hari.

Begitu pula dengan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) yang kini dapat diterbitkan sekitar dua bulan.

Baca Juga:  Hari Pramuka ke-65, Amsakar Dorong Generasi Muda Batam Kreatif dan Mandiri

Menurutnya, percepatan tersebut menjadi salah satu faktor utama meningkatnya minat investor menanamkan modal di Batam.

“Kami diminta Presiden untuk menyederhanakan pelayanan kepada dunia usaha. Itu yang terus kami lakukan agar investor memperoleh kepastian dan kemudahan berusaha di Batam,” katanya.

Layanan Digital dan Duta Investasi

Tak hanya mempercepat proses perizinan, BP Batam juga mengembangkan sistem pelayanan berbasis digital yang memungkinkan setiap permohonan investasi dipantau secara real time.

Melalui sistem tersebut, pimpinan dapat melakukan evaluasi apabila terdapat permohonan yang belum diproses dalam batas waktu tertentu.

Selain itu, Batam juga menghadirkan Duta Investasi, yang bertugas mendampingi investor sejak tahap awal hingga investasi terealisasi.

“Investor tidak kami biarkan berjalan sendiri. Mereka didampingi sejak awal sehingga seluruh proses investasi menjadi lebih mudah dan pasti,” jelasnya.

Pelabuhan, Pariwisata hingga UMKM Ikut Tumbuh

Pertumbuhan investasi juga berdampak terhadap sektor lainnya. Aktivitas pelabuhan Batam terus meningkat seiring bertambahnya kapal direct call yang melakukan bongkar muat langsung.

Sektor pariwisata pun menunjukkan tren positif. Jumlah wisatawan nusantara meningkat dari sekitar 1,7 juta menjadi hampir 2,1 juta orang, sedangkan wisatawan mancanegara bertambah dari sekitar 1,2 juta menjadi sekitar 1,5 hingga 1,6 juta orang.

Amsakar mengatakan pertumbuhan sektor logistik, pelabuhan, dan pariwisata memberikan efek berganda terhadap dunia usaha, termasuk perhotelan, transportasi, kuliner hingga pelaku UMKM.

Batam dan Singapura Saling Melengkapi

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga menepis anggapan bahwa Batam hanya menjadi lokasi relokasi investasi dari Singapura.

Baca Juga:  Pawai Pembangunan dan Budaya Nusantara Meriahkan HUT ke-81 RI di Batam, 10 Ribu Peserta Tampilkan Keberagaman

Menurutnya, hubungan Batam, Singapura, dan Johor merupakan hubungan growth partner atau mitra pertumbuhan yang saling melengkapi.

“Untuk maju tidak harus sendiri. Batam hadir sebagai mitra yang saling melengkapi Singapura dan Johor, bukan sebagai pesaing ataupun sekadar menerima limpahan investasi,” tegasnya.

Data Center Jadi Sektor Andalan Baru

Amsakar menyebut industri data center kini menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi Batam.

Hingga pertengahan 2026, investasi pada sektor tersebut telah mencapai sekitar Rp120 triliun dengan 20 proyek yang sedang dikembangkan.

Batam juga memiliki keunggulan berupa sejumlah landing station kabel bawah laut internasional di kawasan Nongsa, seperti Indonesia Cable Express, Nongsa China Cable System, dan Singapore Cable System.

Didukung ketersediaan lahan, air bersih, infrastruktur digital, serta pasokan listrik yang terus diperkuat, Batam dinilai semakin kompetitif dalam menarik investasi industri digital dan kecerdasan buatan (AI).

Presiden Minta Batam Tetap Jadi Motor Investasi Nasional

Amsakar mengungkapkan, dalam pertemuannya bersama Presiden RI, pemerintah pusat meminta Batam terus menjaga daya saing melalui percepatan pelayanan, penyederhanaan perizinan, serta pengembangan pelabuhan internasional agar mampu memanfaatkan potensi strategis Selat Malaka.

Menurutnya, perhatian Presiden menjadi motivasi bagi seluruh jajaran BP Batam untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin baik.

“Ukuran keberhasilan kami adalah menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dunia usaha,” tutup Amsakar. MK-mun

Redaktur : Munawir Sani