Huawei Pura 90 Series yang akan meluncur tanpa varian Ultra pada April 2026. (f: huawei)
Dalam generasi ini, Huawei disebut tidak menghadirkan varian Ultra. Dengan demikian, lini Pura 90 hanya terdiri dari model standar, Pro, dan Pro Max. Keputusan tersebut berbeda dibanding generasi sebelumnya yang memiliki empat varian termasuk model Ultra sebagai perangkat tertinggi.
Informasi yang dikutip dari Gizmochina menyebutkan langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan. Sumber pembocor seperti Fixed Focus Digital dan Digital Chat Station mengungkapkan tren penundaan model Ultra juga dilakukan oleh sejumlah produsen lain.
Kondisi pasar global dan meningkatnya biaya produksi menjadi faktor utama di balik keputusan tersebut. Salah satu penyebabnya adalah lonjakan harga komponen memori yang membuat biaya produksi perangkat flagship semakin tinggi.
Jika varian Ultra tetap dirilis, harga jualnya diperkirakan bisa melampaui 10.000 yuan atau sekitar Rp25 juta. Nilai tersebut dinilai kurang kompetitif di tengah pasar yang semakin sensitif terhadap harga.
Sebagai alternatif, Huawei diduga akan mengalihkan fitur-fitur unggulan yang sebelumnya hanya tersedia di varian Ultra ke model Pro Max. Dengan strategi ini, Pura 90 Pro Max diposisikan sebagai perangkat dengan spesifikasi tertinggi dalam seri tersebut.
Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan keterjangkauan harga. Selain itu, strategi tersebut juga mencerminkan perubahan tren di pasar smartphone flagship yang kini lebih menekankan nilai dan efisiensi dibanding sekadar spesifikasi tertinggi.
Peluncuran Pura 90 Series diperkirakan tetap menarik minat konsumen, khususnya bagi pengguna yang menginginkan perangkat premium dengan harga yang lebih kompetitif. MK-mun
Redaktur : Munawir Sani
