Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian nakhoda TB Trans Permata 5 yang hilang di perairan Senayang, Lingga, Kamis (12/2/2026). (Foto: Kansar Tanjungpinang)
LINGGA (marwahkepri.com) – Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian nakhoda TB Trans Permata 5 yang hilang di perairan Senayang, Lingga, hingga radius 35 nautical mile pada hari ketiga operasi, Kamis (12/2/2026). Namun hingga sore hari, korban belum ditemukan.
Pencarian difokuskan dengan memperluas radius hingga 35 nautical mile dari titik lokasi kejadian. Langkah ini diambil setelah dua hari sebelumnya korban belum berhasil ditemukan.
Tim di lapangan dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang mulai bergerak sejak pukul 07.00 WIB. SRU pertama menyisir perairan sebelah Timur Pulau Kentar menggunakan perahu karet rigid (RIB) 05 milik Unit Siaga SAR Lingga.
SRU kedua yang melibatkan unsur KRI Karotang melakukan penyisiran di wilayah perairan Timur Pulau Konka Besar hingga ke arah Sambau. Sementara SRU ketiga melibatkan nelayan pesisir Pulau Sebangka yang membantu melakukan pemantauan visual di sepanjang garis pantai Timur pulau tersebut.
Selain penyisiran laut dan pantai, SROP Dabo Singkep bersama kru kapal TB Trans Permata 5 juga menyiarkan informasi keselamatan pelayaran kepada kapal-kapal yang melintas di alur pelayaran Timur Kepulauan Lingga. Informasi tersebut bertujuan agar kapal yang melintas dapat segera memberikan pertolongan apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban.
Berbagai unsur terlibat dalam operasi ini, di antaranya Basarnas, TNI AL, TNI AD, Polri, BPBD serta masyarakat setempat. Hingga pukul 17.30 WIB, pencarian belum membuahkan hasil dan korban masih dinyatakan belum ditemukan.
Operasi SAR hari ketiga kemudian dihentikan sementara untuk evaluasi dan penyusunan rencana taktis lanjutan. MK-willy
Redaktur: Munawir Sani
