eedc8874-6d09-46d9-b064-ef80178ce397

Satuan Pendidikan Non Formal (PNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Natuna menggelar kegiatan Gelar Karya Semester di Gedung Sri Serindit, Kamis (21/5/2026). (Foto: nang)

‎NATUNA (marwahkepri.com) – Satuan Pendidikan Non Formal (PNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Natuna menggelar kegiatan Gelar Karya Semester di Gedung Sri Serindit, Kamis (21/5/2026).
‎
‎Kegiatan tersebut menjadi wadah menampilkan kreativitas, bakat, dan hasil pembelajaran peserta didik dari berbagai program pendidikan nonformal yang ada di SKB Natuna.
‎
‎SKB Natuna sendiri memiliki sejumlah layanan pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, hingga pelatihan kecakapan hidup.
‎
‎Ketua panitia kegiatan, Revina Habila Putri, mengatakan, gelar karya tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap proses pembelajaran dan pencapaian peserta didik selama satu semester.
‎
“Kegiatan ini menjadi wadah kreativitas peserta didik, melatih rasa percaya diri, kekompakan, dan kerja sama tim,” ujarnya.
‎
‎Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu cara pihak sekolah dalam membangun karakter peserta didik sebagai bekal ketika nantinya terjun ke masyarakat.
‎
‎Revina menjelaskan, gelar karya merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap akhir semester dengan tema kreativitas berbeda-beda.
‎
‎“Insya Allah kegiatan ini akan kembali digelar pada bulan Desember mendatang. Semoga kegiatan ini memberi kesan bermakna dan manfaat bagi peserta didik,” tambahnya.
‎
‎Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko Varianto, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
‎
‎“Kegiatan pagi ini luar biasa. Atas nama pemerintah daerah kami mengapresiasi karena mampu memberikan warna tersendiri dalam gelar karya ini,” katanya.
‎
‎Ia menilai, pendidikan nonformal memiliki peran penting karena tidak hanya memberikan ijazah kesetaraan, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan hidup.
‎
‎“Tidak hanya program PAUD dan kesetaraan, tapi juga ada pelatihan dan kursus. Jadi setelah mendapatkan ijazah nanti mereka juga memiliki kemampuan,” ujarnya.
‎
‎Boy juga menegaskan bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia dan tidak ada lagi diskriminasi terhadap lulusan pendidikan kesetaraan.
‎
‎Dalam kesempatan itu, ia juga memuji penampilan para peserta didik yang dinilai penuh kreativitas dan percaya diri.
‎
“Kegiatan ini luar biasa bagi kita semua, apalagi dengan penampilan anak-anak yang sangat hebat. Mereka adalah generasi Alpha dan Beta,” katanya.
‎
‎Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini, berharap kreativitas peserta didik terus dikembangkan dengan dukungan dan bimbingan para guru.
‎
“Jangan berhenti sampai di sini. Kita butuh bimbingan guru-guru hebat agar kreativitas anak-anak semakin meningkat,” tambahnya. MK-mun

Baca Juga:  Tempat Hiburan di Batam Tutup Tengah Malam selama Ramadan, Rumah Makan Gunakan Tirai saat Siang

Redaktur: Munawir Sani