ilustrasi-narkoba-dok-freepik-1764906825376_169

Foto: Ilustrasi narkoba. (Dok. Freepik)

JAKARTA(marwahkepri.com) – Mantan Wakil Presiden Liberia Jewel Howard-Taylor ditangkap pihak berwenang dan didakwa atas dugaan keterlibatan dalam jaringan perdagangan narkoba, pencucian uang, serta sejumlah tindak pidana lainnya.

Howard-Taylor ditahan ketika hendak menaiki pesawat di Bandara Internasional Roberts, dekat ibu kota Liberia, Monrovia.

Mengutip BBC, Kamis (20/8/2026), Kementerian Kehakiman Liberia mengonfirmasi penangkapan sekaligus dakwaan terhadap Howard-Taylor. Ia diketahui menjabat sebagai wakil presiden pada periode 2018 hingga 2024.

Hingga kini, Howard-Taylor belum memberikan komentar publik mengenai kasus yang menjeratnya.

Didakwa Perdagangan Narkoba

Dalam dakwaan tersebut, Howard-Taylor dituduh terlibat dalam sejumlah aktivitas terkait perdagangan narkoba, termasuk mengimpor, menjual, dan mengangkut obat-obatan terlarang secara ilegal.

Ia juga diduga berperan sebagai fasilitator dalam jaringan perdagangan narkoba tersebut.

Dalam pengembangan penyelidikan, aparat Liberia turut mendakwa tiga warga negara asing secara in absentia. Mereka terdiri dari dua warga negara Kroasia dan satu warga Ukraina.

Ketiganya dituduh memiliki keterkaitan dengan jaringan kejahatan yang sama.

Meski demikian, dakwaan tersebut masih merupakan proses hukum dan belum menjadi putusan pengadilan yang menyatakan para terdakwa bersalah.

Baca Juga:  Trump Ancam Oman Jika Ganggu Kesepakatan AS-Iran soal Selat Hormuz

Liberia Perangi Perdagangan Narkoba

Penangkapan Howard-Taylor merupakan bagian dari operasi pemberantasan perdagangan narkoba yang semakin digencarkan pemerintah Liberia dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satu perhatian utama pemerintah adalah peredaran kokain melalui kawasan Afrika Barat.

Wilayah Afrika Barat diketahui menjadi salah satu jalur transit yang digunakan dalam perdagangan kokain lintas benua, khususnya untuk pengiriman narkotika dari Amerika Selatan menuju Eropa.

Pemerintah Liberia kini berupaya memperkuat penindakan terhadap jaringan kejahatan terorganisir yang memanfaatkan wilayah negaranya sebagai jalur perdagangan narkoba.

Pernah Jadi Orang Nomor Dua Liberia

Jewel Howard-Taylor sebelumnya merupakan salah satu tokoh penting dalam pemerintahan mantan Presiden Liberia George Weah.

Ia menjabat sebagai wakil presiden selama enam tahun, dari 2018 hingga 2024.

Masa pemerintahan Weah sendiri menghadapi berbagai tuduhan terkait korupsi dan persoalan pengelolaan keuangan negara.

Setelah Weah tidak lagi menjabat, kepemimpinan Liberia beralih kepada Presiden Joseph Boakai.

Pemerintahan Boakai kemudian mengambil sikap lebih tegas terhadap pemberantasan korupsi dan kejahatan terorganisir, termasuk perdagangan narkoba.

Baca Juga:  Pesta Pernikahan Maut di Purwakarta, Pemilik Hajat Tewas Dikeroyok?

“Kami akan memberantas korupsi dan menahan segala upaya dari para pengedar narkoba yang mencoba untuk mendirikan basis di Liberia.”

Kasus Jewel Howard-Taylor kini menjadi perhatian karena melibatkan mantan pejabat tinggi negara dalam penyelidikan jaringan perdagangan narkoba lintas negara.

Proses hukum selanjutnya akan menentukan sejauh mana keterlibatan Howard-Taylor dan para terdakwa lainnya dalam kasus tersebut. MK-cnbc

Redaktur :Munawir Sani