Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura ditemui usai meninjau stok pangan di Gudang Bulog Natuna, Sabtu (4/4/2026). (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menyatakan pemerintah provinsi sedang mengkaji persoalan penutupan sementara Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sedanau, Kabupaten Natuna, menyusul adanya dugaan masalah internal pengelolaan dan temuan bahan baku yang tidak layak.
“Kami sedang mengkaji persoalan apa saja yang terjadi di sana,” ujarnya saat ditemui di sela kunjungan meninjau stok pangan di Gudang Bulog Natuna bersama Gubernur Kepri, Sabtu (4/4/2026).
Kabar penutupan sementara dapur MBG Sedanau sebelumnya menjadi perhatian masyarakat karena program tersebut merupakan bagian dari upaya pemenuhan gizi bagi warga.
Sumber informasi yang dikutip dari Suara Aira.com menyebut persoalan bermula dari pengakuan Syafri Samsudin atau BWS, yang disebut sebagai investor sekaligus mitra pemilik fasilitas SPPG Sedanau.
BWS mengaku mendukung pembangunan dapur tersebut untuk membantu program strategis nasional. Ia menyampaikan harapannya agar pelaksanaan program berjalan sesuai prosedur.
“Sejak awal saya ingin program ini berjalan profesional, sesuai SOP Badan Gizi Nasional,” ungkapnya.
Dalam keterangannya, BWS menyebut menemukan sejumlah ketidaksesuaian operasional yang dinilai tidak sesuai standar. Ia mengaku telah memberikan teguran dan masukan kepada pihak terkait.
Persoalan disebut semakin mencuat setelah ditemukan bahan baku berupa daging ayam dalam jumlah cukup banyak yang telah membusuk. Temuan tersebut memunculkan sorotan terhadap pengawasan dan kualitas pengelolaan dapur MBG Sedanau.
BWS menduga lemahnya pengawasan relawan menjadi salah satu penyebab persoalan tersebut.
Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyatakan masih melakukan kajian untuk memastikan permasalahan yang terjadi, termasuk kemungkinan langkah evaluasi terhadap pengelolaan program MBG di Sedanau. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
