FB_IMG_1789356790599

LINGGA – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Lingga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama terhadap kesehatan saluran pernapasan.

Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Lingga, dr. Bukit Tua Rayanto Gultom, M.M., mengatakan kondisi udara yang secara kasatmata terlihat biasa belum tentu memiliki kualitas yang aman untuk kesehatan. Asap kebakaran hutan dapat membawa partikel halus dan gas berbahaya yang berpotensi mengganggu pernapasan, mata, serta kondisi kesehatan secara umum.

“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap. Udara bisa terlihat biasa, tetapi kualitasnya tidak selalu aman. Asap kebakaran hutan mengandung partikel halus dan gas berbahaya yang dapat mengganggu pernapasan, mata, dan kesehatan,” ujar Bukit Gultom, Senin (14/9/2026).

Ia mengimbau masyarakat, terutama anak-anak, lanjut usia serta kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan, agar mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.

Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti N95 atau KN95. Sementara di dalam rumah, pintu dan jendela sebaiknya ditutup untuk mengurangi masuknya asap dan debu.

Baca Juga:  Putusan Bebas Kasus Jembatan Marok Kecil Dibatalkan PT Kepri, Perdebatan Hukum Mencuat

Selain itu, masyarakat diminta memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Apabila mengalami keluhan seperti gangguan pernapasan, iritasi mata atau keluhan kesehatan lainnya akibat paparan asap, warga dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Jaga diri, jaga keluarga, dan jaga kualitas udara. Jika mengalami gangguan pernapasan, mata atau iritasi, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan,” katanya.

Dinkes Lingga juga mengajak masyarakat berperan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Upaya pencegahan dinilai penting karena dampak karhutla tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat secara luas.

Pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melindungi diri dari paparan asap dapat menekan risiko gangguan kesehatan selama kondisi cuaca panas dan potensi karhutla masih terjadi. (Mk/willy)