Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo memangis usai kalah dari Spanyol. (f: goal.com)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Cristiano Ronaldo akhirnya buka suara mengenai drama yang terjadi di Timnas Portugal. Kapten Portugal itu meminta federasi dan tim kepelatihan berbicara secara terbuka jika memang sudah tidak membutuhkan jasanya.

Ronaldo menyampaikan pernyataan tersebut melalui media sosialnya pada Rabu (7/10/2026). Sebelumnya, ia menjadi sorotan setelah meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal di tengah rangkaian UEFA Nations League.

Persoalan bermula ketika Ronaldo tidak dimainkan saat Portugal menghadapi Norwegia pada Senin (28/9). Penyerang berusia 41 tahun itu sempat diminta melakukan pemanasan dan disebut telah mendapat jaminan akan tampil, meski hanya sebagai pemain pengganti.

Namun, pelatih Portugal Jorge Jesus akhirnya tidak memasukkan Ronaldo ke lapangan. Situasi tersebut kemudian memunculkan ketegangan di internal tim.

Jesus sebelumnya menyampaikan permintaan maaf karena tidak memainkan Ronaldo. Di sisi lain, sang pelatih menegaskan bahwa keputusan mengenai pemain yang diturunkan sepenuhnya berada di tangannya.

Ronaldo kemudian mengungkapkan versinya mengenai komunikasi dengan Jesus. Ia menyebut terdapat kesepakatan agar persoalan tersebut diselesaikan melalui penjelasan terbuka dalam konferensi pers.

Baca Juga:  Liverpool Resmi Tunjuk Alejandro Rosalen sebagai Pelatih Kiper Baru

“Kesepakatannya sederhana, pelatih akan memulai konferensi pers dengan membahas topik ini, berupaya menuntaskan masalah tersebut dengan mengungkapkan kebenaran,” tulis Ronaldo.

Menurut Ronaldo, pernyataan Jesus dalam konferensi pers berbeda dengan pembicaraan yang sebelumnya mereka lakukan secara langsung.

“Konferensi itu berlangsung persis seperti dugaanku, sikap yang ditunjukkan sama sekali berbeda dengan saat pertemuan kami sebelumnya. Aku mendengar kata-kata dan nada agresif yang menurutku tidak pada tempatnya,” ungkapnya.

Ronaldo Siap Tinggalkan Timnas Portugal

Ronaldo juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan memaksakan kehadiran di Timnas Portugal apabila federasi dan tim tidak lagi menginginkannya.

Ia bahkan mengaku sudah pernah menyiapkan surat perpisahan untuk rakyat Portugal. Surat tersebut dibuat setelah Piala Dunia 2026 dan masih disimpannya hingga sekarang.

“Setelah Piala Dunia 2026, aku menyusun sebuah surat yang ditujukan kepada rakyat Portugal—dan masih aku simpan hingga kini—yang berisi pesan yang ingin aku sampaikan saat aku benar-benar meninggalkan tim,” tulis Ronaldo.

Namun, rencana tersebut sempat berubah setelah Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) memintanya untuk mempertimbangkan kembali keputusan meninggalkan tim nasional.

Baca Juga:  Romeo Lavia Cedera Lagi, Gelandang Chelsea Absen Saat Hadapi Western Sydney Wanderers

“Di akhir kompetisi, tepatnya dalam penerbangan pulang dari Amerika Serikat, Presiden Federasi meminta dan mendesakku untuk mempertimbangkan kembali keputusanku untuk pergi, karena FPF menginginkanku untuk tetap bertahan,” sambungnya.

Ronaldo menegaskan dirinya tidak akan mempermasalahkan keputusan apa pun selama disampaikan secara jujur.

“Aku menegaskan kembali bahwa jika mereka tidak menginginkan kehadiranku di sana, mereka sebaiknya mengatakannya secara terus terang,” tegasnya.

“Mereka hanya perlu bersikap jujur kepadaku. Aku akan menerimanya, tanpa ada pihak yang merasa marah,” tutup Ronaldo. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani