Rapat sinkronisasi program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 bersama Pemerintah Kabupaten Natuna. (Foto: Nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) Kepulauan Riau mengalokasikan anggaran sebesar Rp106,46 miliar untuk mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Natuna pada 2026.
Besaran anggaran tersebut disampaikan Kepala BWSS Kepri, Nedi, dalam pertemuan sinkronisasi program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 bersama Pemerintah Kabupaten Natuna. Pertemuan berlangsung di ruang rapat lantai II Kantor Bupati Natuna.
Nedi menjelaskan, anggaran tersebut dialokasikan melalui sejumlah satuan kerja untuk pembangunan pengaman pantai, peningkatan jaringan irigasi, serta kegiatan operasi dan pemeliharaan sumber daya air.
Melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Daya Air (PJSA), anggaran sebesar Rp80,24 miliar dialokasikan untuk pembangunan pengaman pantai Pulau Kepala tahap II. Pulau tersebut merupakan salah satu wilayah terluar di Kabupaten Natuna.
Sementara itu, melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), sejumlah program peningkatan infrastruktur air dan irigasi juga mendapatkan alokasi anggaran.
Rinciannya meliputi peningkatan Embung Daerah Irigasi (D.I.) Batubi dengan anggaran Rp5,25 miliar, peningkatan D.I. Batubi di Desa Batubi dan Desa Gunung Putri, Kecamatan Bunguran Barat, sebesar Rp8,10 miliar, peningkatan D.I. Tapau di Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah, sebesar Rp468,62 juta, serta peningkatan D.I. Payak di Desa Payak, Kecamatan Serasan Timur, sebesar Rp3,19 miliar.
Program-program tersebut tercatat dalam kegiatan yang berkaitan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025.
Selain pembangunan fisik, BWSS Kepri melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OPSDA) mengalokasikan Rp1,56 miliar untuk kegiatan Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di delapan lokasi di Natuna.
Adapun anggaran sebesar Rp7,63 miliar disiapkan untuk operasi dan pemeliharaan sarana serta prasarana sumber daya air, termasuk sungai dan pantai, embung dan mata air, air baku, serta jaringan irigasi. Anggaran tersebut juga mencakup penanganan darurat akibat bencana sesuai dengan kegiatan yang direncanakan.
Nedi menegaskan bahwa BWSS Kepri mendukung pengelolaan sumber daya air di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Natuna.
“Prinsipnya kami dari BWSS mendukung dalam pengelolaan sumber daya air yang ada di Kepri khusunya di Natuna,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungannya ke BWSS Kepri beberapa waktu sebelumnya.
Ia berharap pembahasan bersama jajaran BWSS dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai program pembangunan yang akan dilaksanakan di Natuna sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
”Terimakasih atas kedatangan pak kepala BWSS bersama tim ke Natuna. Melalui diskusi ini semoga kita dapat pencerahan mengenai program yang akan dibangun di Natuna kedepannya,” katanya.
Cen Sui Lan juga berharap BWSS Kepri dapat memberikan dukungan terhadap berbagai usulan program pembangunan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Natuna.
”Kami harap kepala balai mendukung kami untuk kedepan untuk program program yang kami ajukan,” tambahnya.
Melalui sinkronisasi program tersebut, Pemkab Natuna berharap koordinasi dengan BWSS Kepri semakin kuat sehingga pembangunan infrastruktur sumber daya air dapat mendukung kebutuhan masyarakat serta pengelolaan air di wilayah kepulauan dan perbatasan. (nang)
Redaktur: Munawir Sani
