Bupati Natuna Cen Sui Lan audiensi dengan Direktorat Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan.

Bupati Natuna Cen Sui Lan melakukan audiensi dengan Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Anto Julianto, di Jakarta. (Foto: nang)

NATUNA (marwahkepri.com) – Bupati Natuna Cen Sui Lan mengusulkan penguatan sistem kepelabuhanan Kabupaten Natuna kepada Direktorat Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Usulan tersebut meliputi peninjauan Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN), pembaruan Rencana Induk Pelabuhan (RIP), peningkatan fasilitas pelabuhan, hingga penguatan konektivitas antarpulau.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, Alazi, untuk menyampaikan sejumlah usulan terkait pengembangan sistem kepelabuhanan di Kabupaten Natuna.

Salah satu usulan yang disampaikan yakni peninjauan kembali Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) agar sekitar 20 lokasi pelabuhan yang telah disurvei dapat dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan nasional.

Pemerintah Kabupaten Natuna juga mengusulkan penyesuaian status dan hierarki sejumlah pelabuhan agar sesuai dengan perkembangan wilayah serta meningkatnya kebutuhan transportasi laut masyarakat.

Selain itu, Pemkab Natuna mengajukan pembaruan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) untuk Pelabuhan Midai, Subi, Serasan, dan Pulau Laut yang selama ini melayani angkutan kapal Pelni, kapal perintis, kapal barang, maupun kapal penyeberangan.

Dalam audiensi tersebut, pemerintah daerah juga mengusulkan peningkatan fasilitas pendukung pelabuhan, seperti ramp door, ruang tunggu penumpang, terminal penumpang, serta sarana bongkar muat guna meningkatkan pelayanan transportasi laut.

Baca Juga:  Pemko Batam Godok Kebijakan WFH ASN Setiap Jumat, Pelayanan Publik Dipastikan Tak Terganggu

Agenda lain yang turut disampaikan yakni penguatan konektivitas antarpulau melalui sistem kepelabuhanan yang lebih terintegrasi guna mendukung distribusi barang, mobilitas masyarakat, serta pengembangan ekonomi wilayah kepulauan.

“Natuna memiliki posisi sangat strategis sebagai gerbang utara Indonesia. Karena itu, pembangunan sistem kepelabuhanan harus menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional agar konektivitas antarpulau semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” tegas Cen Sui Lan, saat dihubungi lewat telepon selulernya, Selasa (07/07/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, Alazi, mengatakan dukungan pemerintah pusat diperlukan untuk melengkapi dokumen perencanaan sekaligus mempercepat pembangunan pelabuhan-pelabuhan prioritas di Natuna.

Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Natuna dan Kementerian Perhubungan diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk realisasi pembangunan infrastruktur kepelabuhanan yang mendukung konektivitas wilayah kepulauan.

Cen Sui Lan menambahkan pembangunan daerah perbatasan memerlukan dukungan pemerintah pusat melalui kolaborasi lintas sektor agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. MK/nang

Redaktur: Munawir Sani