Bupati Natuna Cen Sui Lan menerima kunjungan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk membahas hasil survei program Kampung Nelayan Merah Putih yang dilakukan di 14 lokasi pesisir Natuna, Jumat (17/4/2026). (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Bupati Natuna Cen Sui Lan menerima kunjungan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk membahas hasil survei program Kampung Nelayan Merah Putih yang dilakukan di 14 lokasi pesisir Natuna, Jumat (17/4/2026).
Tim KKP datang membawa laporan hasil survei yang telah dilakukan sejak Senin (13/4/2026). Selama hampir sepekan, tim yang berjumlah enam orang terdiri dari tiga personel KKP dan tiga penyuluh perikanan, didampingi Dinas Perikanan dan Kelautan Natuna, melakukan pendataan di sejumlah wilayah pesisir dan pulau-pulau di Natuna.
Dalam survei tersebut, tim meninjau sebanyak 14 lokasi. Dari jumlah itu, 11 wilayah telah melalui proses pengecekan mendalam, mencakup Pulau Laut, Pulau Tiga Barat, Pulau Tiga, Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Barat, Bunguran Utara, Pulau Seluan, Serasan, Subi, serta Midai.
Untuk mempercepat pengumpulan data, tim survei dibagi menjadi dua kelompok. Proses survei turut menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari akses wilayah, perjalanan laut, hingga kondisi cuaca.
Dalam pertemuan itu, Bupati Natuna Cen Sui Lan berharap lokasi yang telah disurvei dapat memenuhi kriteria pemerintah pusat sehingga program Kampung Nelayan Merah Putih dapat direalisasikan di Natuna.
“Jika program ini terealisasi di Natuna, dampaknya akan sangat besar, terutama bagi kesejahteraan nelayan kita,” ungkapnya.
Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Natuna untuk mendukung penuh program tersebut, termasuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat agar pelaksanaannya tepat sasaran.
Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan konsep pembangunan terpadu berbasis kawasan pesisir yang tidak hanya mencakup pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kapasitas nelayan, penguatan akses pasar, serta pengembangan ekosistem ekonomi berkelanjutan.
Bagi Natuna yang berada di wilayah perbatasan dan memiliki potensi kelautan besar, program ini dinilai menjadi peluang strategis untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Hasil survei yang telah disampaikan kepada Bupati Natuna selanjutnya akan menjadi bahan penilaian dan keputusan di tingkat pemerintah pusat untuk menentukan lokasi prioritas program. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
