ASDP Batam menambah armada KMP Tanjung Burang untuk percepatan arus balik pemudik dari Mengkapan menuju Batam. (Foto: Pontas)
BATAM (marwahkepri.com) – ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam menambah armada kapal di lintasan Mengkapan, Riau menuju Batam guna mempercepat pengangkutan pemudik arus balik Lebaran 2026. Dengan tambahan KMP Tanjung Burang, ASDP memprediksi seluruh pemudik dapat terangkut hingga Rabu (1/4/2026).
General Manager ASDP Batam Reno Yulianto mengatakan kapal reguler yang dioperasikan yakni KMP Wira Loewisa dan KMP Lome, diperkuat dengan tambahan KMP Tanjung Burang.
“Ada penambahan kapal untuk mengangkut pemudik arus balik. Kapal reguler tetap jalan, kita tambah KMP Tanjung Burang untuk percepatan,” kata Reno, Selasa (31/3/2026).
Reno menyebutkan, dengan tambahan armada tersebut, sisa pemudik dari Mengkapan diperkirakan dapat terangkut seluruhnya pada Rabu (1/4/2026).
Berdasarkan data ASDP, KMP Tanjung Burang mengangkut 324 penumpang pejalan kaki serta 30 kendaraan roda empat dan 20 sepeda motor. Sementara itu, masih terdapat antrean kendaraan yang menunggu diberangkatkan, yakni sekitar 95 kendaraan pribadi, 13 truk fuso, dan 2 unit lori.
“Setelah KMP Tanjung Burang mengangkut, sisanya akan diangkut KMP Lome, dengan ini diharapkan penumpang arus mudik bisa tuntas terangkut,” ujarnya.
Selain itu, untuk lintasan Kuala Tungkal, Jambi-Telaga Punggur, ASDP memastikan pengangkutan pemudik juga telah rampung.
“Besok KMP Senangin sudah angkut yang terakhir, jadi pemudik arus balik dari Kuala Tungkal habis,” ujarnya.
Reno juga memastikan kebijakan pembatasan kendaraan barang selama arus mudik Lebaran melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) telah berakhir. Aktivitas kendaraan logistik kembali normal sejak 29 Maret 2026.
“Untuk aturan kendaraan barang sudah selesai. Kendaraan logistik sudah normal semua per 29 Maret lalui,” jelasnya.
Sementara itu, lintasan jarak dekat Batam-Bintan melalui Pelabuhan Telaga Punggur menuju Pelabuhan Tanjung Uban masih menjadi rute dominan selama Lebaran 2026.
Berdasarkan data akumulasi H-10 hingga H+9, total penumpang tercatat mencapai 117.960 orang, terdiri dari 31.392 pejalan kaki dan 86.568 penumpang dalam kendaraan.
Total kendaraan yang dilayani mencapai 33.807 unit, dengan rincian 22.089 sepeda motor, 10.514 mobil, 115 bus, dan 1.089 truk. Operasional penyeberangan tersebut dilayani empat kapal dengan total 504 perjalanan.
Reno menyebutkan terjadi peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Penumpang naik sekitar 20 persen dan kendaraan naik 15 persen dibanding 2025. Lonjakan terbesar pada penumpang dalam kendaraan,” ujarnya.
Untuk lintasan jarak jauh, rute Telaga Punggur-Mengkapan mencatat pertumbuhan dengan total 8.664 penumpang dan 1.320 kendaraan atau naik masing-masing 33 persen dan 30 persen.
Sementara lintasan Telaga Punggur-Kuala Tungkal mengalami penurunan dengan total 5.132 penumpang dan 570 kendaraan. Penurunan juga terjadi pada lintasan ke Dabo. Namun lintasan Telaga Punggur-Tanjung Balai Karimun menunjukkan peningkatan meski volumenya relatif kecil. MK-mun
Redaktur: Munawir Sani
