Ilustrasi PMI. (Foto: net)
BATAM (marwahkepri.com) – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial NH dipulangkan ke Batam setelah menjalani perawatan akibat mengalami stroke ringan saat bekerja sebagai marketing judi online di Myanmar. Pemulangan NH difasilitasi Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon.
Kepala BP3MI Kepulauan Riau, Kombes Imam Riyadi, mengatakan tim pelindungan BP3MI menjemput NH setibanya di Bandara Hang Nadim Batam pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah itu, NH diserahkan kepada pihak keluarga.
“Tim Pelindungan BP3MI Kepri melakukan pelayanan penjemputan dan pemulangan PMI ke alamat di Batam, melakukan pendataan awal kepada keluarga serta menyerahkan PMI kepada pihak keluarga,” kata Imam Riyadi.
Kasus tersebut bermula dari pengaduan keluarga NH melalui WhatsApp. Berdasarkan hasil verifikasi BP3MI Kepri, NH diketahui berangkat ke Myanmar pada 22 Juni 2025 melalui rute Batam Centre-Malaysia-Thailand-Myanmar dengan modus perjalanan wisata.
Kepada keluarganya, NH sebelumnya mengaku bekerja di Malaysia. Namun, belakangan diketahui NH justru bekerja di Myanmar sebagai marketing judi online.
Sekitar 20 Juni 2026, keluarga menerima kabar bahwa NH mengalami stroke ringan dan menjalani perawatan di Department of Diabetes & Endocrinology Yangon General Hospital.
“Mengetahui kondisi tersebut, adik korban berangkat ke Myanmar pada 21 Juni 2026 untuk mendampingi sekaligus menjemput NH,” ujarnya.
NH sempat dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 29 Juni 2026. Namun, kepulangannya tertunda setelah pihak maskapai menolak memberangkatkannya karena kondisi kesehatan yang dinilai belum layak untuk melakukan penerbangan.
“Akibatnya, NH kembali menjalani perawatan dan kontrol kesehatan di rumah sakit dengan pendampingan KBRI,” ujarnya.
BP3MI Kepri kemudian menerima pengaduan dari pihak keluarga dan melakukan verifikasi melalui Crisis Center. Selanjutnya, BP3MI berkoordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) serta KBRI Yangon untuk mengupayakan proses pemulangan NH.
“Dari hasil koordinasi dengan KBRI, diketahui stroke yang dialami korban diduga dipicu tekanan kerja dan kondisi fisik selama bekerja di Myanmar,” ujarnya.
Pada 4 Agustus 2026, BP3MI menerima informasi dari KBRI Myanmar bahwa NH telah diberangkatkan menggunakan Myanmar Airways menuju Kuala Lumpur, Malaysia.
Dari Kuala Lumpur, perjalanan NH dilanjutkan menggunakan maskapai AirAsia menuju Bandara Hang Nadim Batam. Setibanya di Batam, petugas BP3MI langsung melakukan penjemputan dan pendataan sebelum menyerahkan NH kepada keluarganya.
Imam mengatakan NH merupakan salah satu dari sejumlah PMI yang sebelumnya dilaporkan keluarganya kepada BP3MI Kepri. Saat ini, masih terdapat beberapa PMI lainnya yang menunggu proses pemulangan dari luar negeri.
“Ya, ini kan sebagian sudah ada yang pulang termasuk yang kemarin. Nah sebagian lagi masih menunggu proses pemulangan di sana,” kata Imam.
BP3MI Kepri masih melakukan koordinasi dengan KBRI di Yangon, Myanmar, serta KBRI di Kamboja untuk memantau perkembangan para PMI yang masih berada di luar negeri.
“Kami terus meng-update dengan teman-teman yang ada di KBRI, baik yang di Myanmar maupun Kamboja. Nanti kalau ada perkembangan lagi akan kami informasikan,” ujarnya. MK-mun
Redaktur: Munawir Sani
