Warga Tapanuli Utara menerima secara simbolis dana stimulan perbaikan rumah rusak, Jumat (13/2/2026).
TAPANULI UTARA (marwahkepri.com) – Sebanyak 86 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, menerima dana stimulan perbaikan rumah rusak pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu.
Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang. Penyerahan dana stimulan dilaksanakan di Kantor Bupati Tapanuli Utara, Jumat (13/2) pagi, bersamaan dengan beberapa wilayah terdampak lainnya di Aceh dan Sumatra Barat.
Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Pratikno didampingi Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, Bupati Tapanuli Utara Jonius Hutabarat, Tenaga Ahli Kepala BNPB Mayjen TNI (Purn) Fajar Setyawan, Dirjen Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali, serta perwakilan Kementerian PKP.
Adapun bantuan yang diberikan untuk rumah kategori rusak ringan sebesar Rp15 juta dan rusak sedang sebesar Rp30 juta. Sebanyak 86 KK penerima di Tapanuli Utara berasal dari Kecamatan Tarutung, Sipoholon, Sipahutar, Simangumban, Purba Tua, Parmonangan, Pahae Jae, dan Adiankoting.
Dalam sambutannya, Menko PMK Prof. Pratikno berharap dana stimulan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk segera memperbaiki rumah masing-masing.
“Pada hari ini sesuai arahan Bapak Presiden, melalui BNPB disalurkan stimulan untuk pembangunan kembali rumah bapak dan ibu yang rusak. Harapannya bapak ibu sekalian dengan adanya bantuan ini bapak ibu bisa segera memperbaiki rumah yang rusak ringan dan rusak sedang secara mandiri dan didukung oleh bantuan-bantuan yang lain sehingga bisa segera kembali ke rumah dan kembali hidup normal,” ujar Menko PMK, dilansir dari laman Komdigi.
Menko Pratikno menyebut total penyaluran bantuan dana stimulan perbaikan rumah rusak ringan dan sedang di Sumatra Utara mencapai Rp10,8 miliar. Penyaluran bantuan dilakukan melalui mekanisme transfer bank ke rekening warga penerima manfaat.
Selain Tapanuli Utara sebesar Rp1,95 miliar, bantuan juga disalurkan di Kabupaten Deli Serdang sebanyak 68 KK dengan total Rp1,1 miliar, Tapanuli Selatan sebanyak 249 KK dengan total Rp5,4 miliar, serta Humbang Hasundutan sebanyak 134 KK dengan total Rp2,3 miliar.
Menko Pratikno turut mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah dan pusat dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Atas arahan bapak presiden kita tidak hanya harus mengembalikan segera kehidupan masyarakat menjadi normal. Tapi lebih dari itu adalah membangun kembali menjadi lebih baik, lebih tangguh. Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, bagi masyarakat, pemda, dan bagi kita yang ada di pemerintah pusat,” terang Pratikno.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Utara Jonius Hutabarat menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang menyeluruh.
“Bantuan ini bukan sekadar angka, melainkan harapan. Bukan sekadar perbaikan bangunan tetapi pemulihan kehidupan bagi masyarakat yang terdampak khususnya di Tapanuli Utara. Diharapkan program ini dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” terangnya.(mk-komdigi)
