Foto: (Dok: Otorita om/
Foto: (Dok: Otorita om/
JAKARTA (marwahkepri.com) – Sejumlah negara di dunia tengah menjalankan maupun merencanakan pemindahan ibu kota sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan penduduk, kemacetan, hingga menciptakan pusat pemerintahan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Berikut lima negara yang sedang atau telah memulai proses pemindahan ibu kota.
Mesir menjadi salah satu negara yang paling progresif dalam proyek tersebut. Pemerintah secara bertahap memindahkan pusat pemerintahan dari Kairo ke New Administrative Capital, kota baru yang dibangun sekitar 45 kilometer di sebelah timur ibu kota lama.
Proyek yang diumumkan sejak 2015 itu bertujuan mengurangi kemacetan, kepadatan penduduk, dan tekanan terhadap kawasan perkotaan di Kairo. Selain menjadi pusat pemerintahan, kota baru tersebut juga diproyeksikan sebagai kawasan bisnis modern. Sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah kini telah mulai beroperasi di sana.
Iran juga mengkaji pemindahan ibu kota dari Teheran ke wilayah Makran di pesisir tenggara negara tersebut. Wacana itu muncul karena Teheran menghadapi berbagai persoalan seperti kemacetan, polusi udara, tingginya kepadatan penduduk, hingga ancaman gempa bumi.
Meski telah dibahas pemerintah, rencana tersebut masih berada pada tahap kajian dan belum memiliki jadwal pelaksanaan yang pasti.
Di Korea Selatan, pemerintah menerapkan kebijakan desentralisasi dengan mengembangkan Sejong City sebagai pusat administrasi negara sejak 2012. Kota yang berjarak sekitar 120 kilometer dari Seoul itu kini menjadi lokasi berbagai kementerian dan lembaga pemerintah.
Namun, Seoul tetap berstatus sebagai ibu kota resmi karena pertimbangan konstitusi. Sejong sendiri terus dikembangkan sebagai kota pintar (smart city) untuk mendorong pemerataan pembangunan.
Indonesia juga tengah menjalankan proyek pemindahan ibu kota melalui pembangunan Nusantara di Kalimantan Timur.
Pemindahan ini bertujuan mengurangi berbagai persoalan yang dihadapi Jakarta, seperti kemacetan kronis, banjir, penurunan muka tanah, serta tingginya konsentrasi aktivitas ekonomi di Pulau Jawa.
Nusantara dirancang sebagai kota hutan (forest city) yang mengusung konsep pembangunan berkelanjutan dengan dukungan infrastruktur modern dan ramah lingkungan. Hingga kini, pembangunan dan proses pemindahan pemerintahan masih dilakukan secara bertahap.
Sementara itu, Sudan Selatan telah lama berencana memindahkan ibu kota dari Juba ke Ramciel yang berada di wilayah tengah negara tersebut.
Rencana tersebut disetujui setelah Sudan Selatan meraih kemerdekaan pada 2011. Pemerintah berharap pemindahan ibu kota mampu memperkuat persatuan nasional sekaligus mengurangi tekanan terhadap Juba yang berkembang pesat.
Namun, keterbatasan anggaran serta dinamika politik membuat proyek tersebut belum terealisasi sehingga Juba masih menjadi ibu kota resmi hingga saat ini.
Secara umum, pemindahan ibu kota menjadi salah satu strategi berbagai negara dalam membangun pusat pemerintahan yang lebih efektif, mendukung pemerataan pembangunan, serta menjawab tantangan perkotaan di masa depan. MK-mun
Redaktur : Munawir Sani
