Ilustrasi. Agus Tedjo, pengemudi ojol, sedang istirahat dan ketiduran di sebuah basecamp di Tangerang. Nahas, dia ditusuk hingga tewas dan barangnya raib diduga dicuri. (Foto: Istockphoto/Nito100)
TANGERANG (marwahkepri.com) – Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Agus Tedjo ditemukan tewas dengan luka tusuk di bagian leher saat sedang beristirahat di kawasan Villa Taman Bandara, Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (12/7/2026) dini hari.
Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di lokasi yang biasa digunakan para pengemudi ojol untuk berkumpul dan beristirahat. Meski sempat ditemukan dalam kondisi kritis, nyawa Agus tidak dapat diselamatkan akibat luka tusuk yang dideritanya.
Selain menghilangkan nyawa korban, pelaku juga diduga membawa kabur sepeda motor dan telepon genggam milik Agus sebelum melarikan diri ke arah wilayah Jakarta Barat.
Salah seorang rekan korban, Lukman, mengatakan Agus dikenal sebagai sosok yang baik dan dekat dengan sesama pengemudi ojol. Menurutnya, korban bahkan sempat diminta menjadi ketua komunitas di lokasi tongkrongan tersebut, namun menolak karena menganggap basecamp tersebut belum resmi.
“Korban orang baik. Teman-teman sempat ingin menjadikannya ketua, tapi beliau menolak. Memang sering menginap di lokasi ini, kadang juga di rumah saya. Saat kejadian korban sedang tidur,” ujar Lukman, Senin (13/7/2026).
Lukman menambahkan, Agus memang kerap bermalam di lokasi tersebut untuk beristirahat setelah bekerja. Saat kejadian, korban diketahui sedang tidur dalam posisi miring.
Jenazah korban telah menjalani proses autopsi sebelum dimakamkan di kampung halamannya di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Agus meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih berusia kecil.
Sementara itu, aparat dari Polsek Teluknaga bersama Polres Metro Tangerang Kota masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Polisi juga tengah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian guna mengungkap identitas serta keberadaan pelaku.
Hingga kini, motif pembunuhan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. MK-cnn
Redaktur : Munawir Sani
