IFRAME SYNC

Keajaiban Gen Denisovan, Kekuatan Kekebalan Tubuh Penduduk Papua Nugini

Ilustrasi Gen Denisovan Papua Nugini. (f: mldspot)

PAPUANUGINI (marwahkepri.com) – Mutasi yang memungkinkan manusia melawan infeksi dan memiliki kekebalan yang luar biasa seringkali menjadi bahan fantasi dalam film-film. Namun, keajaiban ini ternyata menjadi kenyataan bagi penduduk Papua Nugini, yang memiliki gen unik yang dapat melawan infeksi dan diturunkan dari manusia purba yang telah punah, yaitu Denisovan.

Denisovan adalah spesies manusia purba yang hidup pada era Paleolitik dan berdampingan dengan Homo sapiens di Eurasia. Gen Denisovan yang dimiliki oleh penduduk Papua Nugini memberikan keunikan yang memungkinkan mereka untuk melawan infeksi.

Penduduk Papua Nugini membawa sekitar 5% DNA Denisovan dalam genom mereka, yang mereka dapatkan melalui migrasi manusia modern dari Afrika ke Papua Nugini sekitar 50.000 tahun yang lalu. Selama ribuan tahun, mereka hidup dan berinteraksi dengan Denisovan yang tinggal di Asia.

Penelitian oleh Francois-Xavier Ricaut, seorang antropologi biologi di Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Perancis (CNRS), menunjukkan bahwa penduduk Papua Nugini terisolasi sejak mereka menetap di wilayah tersebut lebih dari 50.000 tahun yang lalu.

Gen Denisovan pada penduduk Papua Nugini memiliki dampak signifikan pada sistem kekebalan tubuh mereka. Analisis genom dari penduduk dataran tinggi dan rendah menunjukkan bahwa meskipun keduanya memiliki gen Denisovan, mereka mengalami mutasi yang berbeda.

Penduduk dataran rendah mengalami mutasi yang meningkatkan jumlah sel kekebalan dalam darah mereka, sedangkan penduduk dataran tinggi mengalami mutasi yang membantu mengurangi hipoksia di ketinggian.

Gen Denisovan memengaruhi protein yang disebut GBP2, yang membantu melawan patogen seperti parasit Plasmodium penyebab malaria. Gen ini juga membantu penduduk Papua Nugini melawan berbagai infeksi yang tersebar luas di daerah dataran rendah.

Dengan penemuan ini, memperdalam pemahaman kita tentang evolusi manusia dan adaptasi mereka terhadap lingkungan yang berbeda di seluruh dunia. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani

IFRAME SYNC
-
mgid.com, 846953, DIRECT, d4c29acad76ce94f