Viral Partai Kecoak di India

Ilustrasi simbol Partai Rakyat Kecoak di India. (f: ai)

NEWDELHI (marwahkepri.com) – Sebuah gerakan satire politik bernama Partai Rakyat Kecoak atau “Janta Kecoak Party” mendadak viral di India dan menarik perhatian jutaan anak muda di media sosial.

Fenomena ini muncul sebagai respons terhadap komentar Ketua Mahkamah Agung India, Surya Kant, yang menyebut sebagian anak muda seperti “kecoak” karena dianggap tidak memiliki pekerjaan maupun profesi yang jelas.

Dilansir Al Jazeera, ide pembentukan partai satire tersebut dipelopori oleh Abhijeet Dipke, pria berusia 30 tahun lulusan hubungan masyarakat dari Universitas Boston.

Dalam sidang terbuka pada Jumat (15/5/2026), Surya Kant mengatakan bahwa “parasit” tengah menyerang sistem dan membandingkan sebagian anak muda dengan kecoak.

“Ada kaum muda seperti kecoak, yang tidak mendapatkan pekerjaan atau memiliki tempat dalam profesi apa pun,” ujar Surya Kant.

Pernyataan tersebut memicu kemarahan publik, terutama dari kalangan Generasi Z India yang tengah menghadapi tingginya pengangguran, inflasi, serta polarisasi sosial dan agama.

Menanggapi komentar itu, Dipke membuat satire politik dengan mendirikan Partai Rakyat Kecoak.

Melalui situs resminya, partai tersebut menuliskan misi bernada sindiran:

“Mengadakan pesta untuk anak muda yang terus-menerus disebut malas, selalu online, dan baru-baru ini, kecoak. Selebihnya adalah satir.”

Gerakan ini langsung mendapat sambutan luas di media sosial. Akun Instagram Partai Rakyat Kecoak dilaporkan meraih lebih dari 3 juta pengikut hanya dalam tiga hari.

Selain itu, lebih dari 350 ribu orang disebut telah mendaftarkan diri menjadi anggota partai melalui formulir daring.

Dipke mengatakan gerakan tersebut menjadi bentuk perlawanan simbolik anak muda terhadap elit yang dianggap merendahkan rakyat.

“Mereka yang berkuasa menganggap warga negara sebagai kecoak dan parasit,” kata Dipke kepada Al Jazeera dari Chicago.

Ia juga menjelaskan alasan memilih simbol kecoak.

“Kecoak berkembang biak di tempat-tempat yang busuk. Itulah India saat ini,” ujarnya.

Fenomena ini turut menarik perhatian sejumlah tokoh politik India, termasuk Mahua Moitra dan Kirti Azad yang disebut ikut mendaftarkan diri ke partai tersebut.

Sementara itu, Surya Kant kemudian memberikan klarifikasi bahwa pernyataannya tidak ditujukan untuk seluruh anak muda India.

Ia menegaskan komentarnya merujuk pada oknum tertentu yang memperoleh gelar palsu dan menegaskan bahwa generasi muda tetap menjadi “pilar India yang maju”.

Namun kontroversi telanjur menyebar luas dan menjadikan Partai Rakyat Kecoak sebagai simbol kritik sosial baru di India terhadap kondisi ekonomi dan politik negara tersebut di bawah kepemimpinan Narendra Modi. MK-mun

Redaktur : Munawir Sani