silbo-gomero-bahasa-siulan-spanyol-unesco

Ilustrasi warga Pulau La Gomera menggunakan bahasa siulan Silbo Gomero. (f: getty)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi, masyarakat di Pulau La Gomera, Kepulauan Canary, Spanyol, masih mempertahankan tradisi berkomunikasi menggunakan bahasa siulan yang dikenal sebagai Silbo Gomero.

Tradisi unik tersebut telah diwariskan selama ratusan tahun dan hingga kini tetap dipelajari oleh generasi muda. Bahkan, pemerintah daerah menjadikannya sebagai mata pelajaran wajib di sekolah agar tidak punah.

Silbo Gomero lahir dari kondisi geografis Pulau La Gomera yang didominasi lembah curam dan pegunungan. Medan yang sulit membuat komunikasi secara lisan menjadi tidak efektif, sehingga masyarakat mengembangkan sistem siulan yang mampu menjangkau jarak hingga beberapa kilometer.

Berbeda dengan siulan biasa, Silbo Gomero memiliki sistem linguistik yang lengkap. Setiap vokal dan konsonan dalam bahasa Spanyol Kastilia diterjemahkan ke dalam pola siulan dengan perbedaan nada dan irama tertentu.

Dengan metode tersebut, penuturnya mampu menyampaikan kalimat utuh layaknya percakapan biasa.

Selama bertahun-tahun, banyak orang menganggap Silbo Gomero hanya berupa kode atau isyarat sederhana. Namun, penelitian para ahli bahasa dan ilmuwan saraf membuktikan bahwa bahasa tersebut memiliki struktur yang kompleks dan diproses otak dengan mekanisme yang sama seperti bahasa lisan.

Baca Juga:  Ribuan Warga Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Bersama Amsakar, Spanyol Melaju ke Final

Keunikan inilah yang membuat UNESCO menetapkan Silbo Gomero sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada tahun 2009.

UNESCO menilai bahasa siulan tersebut merupakan bentuk adaptasi luar biasa manusia terhadap lingkungan geografis tanpa menghilangkan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang utuh.

Meski sempat terancam punah akibat berkembangnya telepon dan internet, pemerintah setempat mulai melakukan langkah pelestarian sejak 1999 dengan memasukkan Silbo Gomero ke dalam kurikulum pendidikan.

Saat ini, seluruh anak-anak di Pulau La Gomera mempelajari bahasa siulan tersebut sejak usia dini sebagai bagian dari identitas budaya mereka.

Tak hanya menjadi daya tarik wisata, Silbo Gomero juga terus menjadi objek penelitian di bidang linguistik dan ilmu saraf karena dinilai mampu memberikan pemahaman baru mengenai cara manusia memproses bahasa.

Keberadaan Silbo Gomero menjadi bukti bahwa bahasa dapat terus berevolusi mengikuti kebutuhan masyarakat tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai sarana komunikasi. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani