BATAM (marwahkepri.com) – Sebagai kelanjutan dari tahapan sosialisasi proyek pemasangan kabel optik bawah laut, pihak pelaksana kegiatan, yakni PT Lafrieta Bahari Utama bersama PT Trans Indonesia Superkoridor, resmi menyalurkan dana kompensasi kepada masyarakat pesisir yang terdampak. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada 9 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan di kawasan Tanjung Bemban, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa.
Person in Charge (PIC) PT Lafrieta Bahari Utama, Farizal, menjelaskan kepada awak media bahwa proses pencairan dan penyaluran dana kompensasi ini akhirnya berhasil direalisasikan kepada seluruh KUB yang berhak, ditandai dengan penerbitan surat dukungan pelaksanaan proyek. Ia mengungkapkan bahwa kesepakatan tersebut tidak datang begitu saja, melainkan dicapai setelah melalui proses dialog dan negosiasi yang cukup alot.
”Dana kompensasi tersebut telah berhasil disalurkan kepada KUB setelah melalui negosiasi yang cukup alot. Kami berharap, agar proyek strategis yang membawa Batam semakin maju ini dapat didukung oleh semua pihak,” ungkap Farizal.
Lebih lanjut, Farizal menekankan pentingnya sinergi dari berbagai elemen masyarakat untuk kelancaran pengerjaan fisik di lapangan. Dukungan tersebut sangat diharapkan, terutama dari kelompok nelayan setempat, organisasi profesi nelayan seperti Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI), serta seluruh stakeholders terkait.
Langkah penyaluran kompensasi ini ditegaskan bukan sekadar pemenuhan syarat administratif proyek, melainkan bentuk nyata dari komitmen Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Selain itu, kebijakan ini juga menjadi wujud keberpihakan perusahaan pelaksana dalam menjaga kelestarian biota laut, yang merupakan habitat sekaligus sumber mata pencaharian utama bagi kelangsungan hidup para nelayan di perairan tersebut.
Dengan rampungnya tahapan penyaluran dana sosialisasi dan kompensasi ini, diharapkan proyek infrastruktur kabel bawah laut dapat berjalan kondusif, beriringan dengan aktivitas ekonomi masyarakat nelayan setempat. MK-r
Redaktur: Munawir Sani
