bangunan lama Sekolah Rakyat yang kemudian sempat difungsikan sebagai Sekolah Dasar di Pulau Mantang sebelum direvitalisasi menjadi TK Negeri.

bangunan lama Sekolah Rakyat yang kemudian sempat difungsikan sebagai Sekolah Dasar di Pulau Mantang sebelum direvitalisasi menjadi TK Negeri.(foto/diskominfo)

BINTAN (marwahkepri.com) – Angin laut berembus pelan di Pulau Mantang ketika sebuah babak baru pendidikan resmi dimulai. Di tengah rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah Pemerintah Kabupaten Bintan, sebuah gedung yang sarat sejarah kini menjelma menjadi simbol harapan baru bagi anak-anak kepulauan.

Bupati Bntan, Roby Kurniawan, meresmikan Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri berstandar nasional di Kecamatan Mantang, Senin, 23 Februari 2026. Peresmian itu bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen menghadirkan pendidikan berkualitas hingga wilayah terluar.

Gedung baru tersebut tampil dengan desain modern berpadu sentuhan ornamen Melayu. Ruang-ruang kelas yang lebih representatif, sarana penunjang pembelajaran, serta lingkungan yang nyaman diharapkan mampu mendukung proses tumbuh kembang anak-anak usia dini.

Roby menyampaikan, seluruh proses pembelajaran direncanakan mulai dipindahkan ke gedung baru usai Lebaran. Pemerintah daerah, katanya, ingin memastikan fasilitas pendidikan yang merata, tanpa memandang jarak geografis.

“Prinsipnya kita memberi kenyamanan dan fasilitas maksimal untuk peserta didik. Harapannya, dari sini lahir generasi-generasi emas yang melanjutkan pembangunan,” ujarnya.

Baca Juga:  Satlantas Polres Bintan Bagikan 150 Paket Takjil di Bundaran Km 16 Toapaya

Bangunan ini menyimpan jejak panjang sejarah pendidikan di Mantang. Sekitar tahun 1956, gedung tersebut berdiri sebagai Sekolah Rakyat, lalu beralih fungsi menjadi Sekolah Dasar. Kini, ia kembali bertransformasi—menjadi TK Negeri yang mempersiapkan anak-anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.

Perubahan fungsi itu seolah menjadi metafora perjalanan pendidikan di wilayah kepulauan: terus beradaptasi mengikuti zaman, tanpa meninggalkan akar sejarahnya.

“Dengan fasilitas yang ada, kami ingin proses bermain sambil belajar berjalan optimal dan mendukung tumbuh kembang anak sebelum masuk SD,” kata Roby menutup sambutannya.

Di Pulau Mantang, langkah kecil anak-anak menuju ruang kelas baru itu menjadi simbol besar tentang pemerataan pendidikan. Sebuah upaya memastikan bahwa masa depan tidak hanya tumbuh di pusat kota, tetapi juga bersemi di pulau-pulau.MK-YR

Redaktur : Munawir Sani