Mantan karyawan Google, YouTube, hingga Microsoft, Salahodeen Abdul-Kafi membuka restoran barbekyu bernama Kafi BBQ di Irving, Texas pada Desember 2024.(barakahinsider.com)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Banyak orang bermimpi meninggalkan pekerjaan bergaji tinggi untuk mengejar passion. Namun, tidak banyak yang benar-benar berani mengambil langkah tersebut. Salahodeen Abdul-Kafi menjadi salah satu orang yang memilih keluar dari dunia teknologi untuk membangun bisnis sesuai minatnya.
Pria yang pernah berkarier di perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Google, dan YouTube itu memutuskan meninggalkan industri teknologi dan membuka bisnis restoran barbecue atau BBQ halal di Texas, Amerika Serikat.
Sebelum terjun ke bisnis kuliner, Abdul-Kafi disebut memiliki penghasilan sekitar 42 juta rupee atau setara Rp7,8 miliar per tahun.
Pernah Berkarier di Microsoft, Google hingga YouTube
Perjalanan karier Abdul-Kafi di industri teknologi cukup panjang. Berdasarkan profil LinkedIn, ia merupakan lulusan S1 dan S2 Teknik Elektro dari Stanford University.
Ia memulai kariernya sebagai Program Manager di Microsoft pada September 2012 hingga September 2013. Setelah itu, Abdul-Kafi bergabung dengan Google pada Mei 2015 sebagai Product Manager.
Kariernya di Google berlangsung hingga Agustus 2021. Dalam periode tersebut, ia juga tercatat bekerja sebagai Product Manager di YouTube selama hampir lima tahun, yakni dari 2016 hingga 2021.
Setelah meninggalkan Google, Abdul-Kafi sempat bekerja di Cruise sebagai Staff Product Manager dan Shopify sebagai Product Lead. Ia kemudian bergabung dengan organisasi nonprofit Yaqeen Institute sebagai VP of Product.
Namun, perjalanan karier panjang di dunia teknologi akhirnya membawanya pada keputusan besar untuk mencoba bidang yang sama sekali berbeda.
Berawal dari Hobi Memasak BBQ
Perjalanan Abdul-Kafi membangun bisnis barbecue dimulai setelah ia meninggalkan Silicon Valley dan pindah ke Texas.
Di sela pekerjaannya di Yaqeen Institute, ia sering mengadakan acara makan malam dan memasak BBQ untuk teman-temannya. Respons yang diterimanya ternyata sangat positif.
Teman-temannya bahkan mengatakan belum pernah mencicipi barbecue dengan gaya seperti yang dibuat Abdul-Kafi.
“Dari situlah saya mulai bertanya-tanya apakah masih ada ruang untuk sesuatu yang belum dimiliki Texas barbecue,” kata Abdul-Kafi.
Dari hobi tersebut, lahirlah bisnis bernama Kafi BBQ, restoran yang menawarkan menu barbecue halal dengan bahan-bahan berkualitas tinggi.
Menurut profil bisnisnya, Kafi BBQ menggunakan sejumlah bahan lokal dari Texas, termasuk daging sapi Wagyu, domba Dorper, serta ayam organik.
Kafi BBQ Langsung Ludes di Hari Pertama
Kafi BBQ kemudian membuka restoran fisiknya di Irving, Texas, pada Desember 2024.
Antusiasme pelanggan disebut langsung terlihat sejak hari pertama restoran tersebut beroperasi.
Abdul-Kafi mengatakan timnya awalnya menyiapkan stok barbecue yang diperkirakan cukup untuk memenuhi permintaan selama tiga hari. Namun, seluruh persediaan justru habis hanya dalam satu hari.
“Kami menyiapkan barbecue yang cukup untuk tiga hari, tetapi semuanya habis pada hari pertama. Kami mulai memasak lagi malam itu juga,” ujarnya.
Bisnis tersebut kemudian terus berkembang.
Sepanjang tahun lalu, Kafi BBQ menghasilkan pendapatan kurang dari US$2,3 juta atau sekitar Rp40,8 miliar. Tahun ini, Abdul-Kafi memperkirakan omzet restorannya dapat mencapai US$4 juta atau sekitar Rp71 miliar.
Kafi BBQ juga mulai mendapatkan pengakuan di industri kuliner Amerika Serikat. Restoran tersebut masuk dalam daftar 15 restoran baru terbaik di Amerika Serikat versi Eater pada November 2025.
Omzet Rp71 Miliar, Tapi Belum Mengambil Gaji
Meski bisnisnya menghasilkan omzet puluhan miliar rupiah, Abdul-Kafi mengaku belum mengambil gaji untuk dirinya sendiri.
Ia mengatakan biaya operasional restoran sangat besar sehingga sebagian besar pendapatan masih digunakan untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis.
Pengeluaran Kafi BBQ disebut mencapai lebih dari US$215.000 atau sekitar Rp3,8 miliar setiap bulan.
Dari jumlah tersebut, sekitar US$125.000 digunakan untuk bahan makanan, US$50.000 untuk tenaga kerja, dan US$15.000 untuk biaya sewa. Pengeluaran tersebut belum termasuk biaya pemasaran dan berbagai kebutuhan operasional lainnya.
Selain itu, modal awal yang ditanamkan untuk membangun bisnis barbecue tersebut mencapai sekitar US$1 juta atau sekitar Rp17,8 miliar dan belum sepenuhnya kembali.
Karena itu, meski pendapatan Kafi BBQ terus meningkat, Abdul-Kafi memilih untuk belum mengambil gaji pribadi.
Kini Bekerja 80 Jam Seminggu
Meninggalkan dunia korporat ternyata tidak membuat kehidupan Abdul-Kafi menjadi lebih santai.
Ia justru mengaku bekerja sekitar 80 jam dalam seminggu untuk mengelola bisnis restorannya.
Berbeda dengan pekerjaannya di industri teknologi, kini Abdul-Kafi harus menangani berbagai hal secara langsung, mulai dari operasional restoran, manajemen karyawan, pasokan bahan baku, pelayanan pelanggan hingga pengembangan bisnis.
Meski demikian, ia merasa mendapatkan sesuatu yang lebih berharga setelah meninggalkan karier korporat.
“Sekarang saya memiliki 100 persen waktu saya sendiri,” ujarnya.
Kisah Abdul-Kafi menunjukkan bahwa meninggalkan pekerjaan bergaji tinggi untuk mengejar passion bukan berarti memilih jalan yang lebih mudah. Di balik kesuksesan bisnis dengan omzet puluhan miliar rupiah, terdapat risiko besar, modal yang tidak sedikit, serta jam kerja yang bahkan lebih panjang dibandingkan pekerjaan kantoran.
Namun bagi Abdul-Kafi, membangun sesuatu yang sesuai dengan minatnya menjadi pilihan yang layak diperjuangkan. MK-komp
Redaktur : Munawir Sani
