Timnas Mobile Legends Indonesia. Foto: PB ESI
JAKARTA (marwahkepri.com) – Timnas Mobile Legends Indonesia memastikan tempat di final cabang olahraga esports Asian Games 2026. Skuad Merah Putih berhasil menyingkirkan Mongolia dengan kemenangan 2-0 pada babak semifinal.
Pertandingan Indonesia kontra Mongolia berlangsung secara offline di Aichi Sky Expo Esport Competition Room M5, Jepang, Rabu (30/9/2026). Duel semifinal tersebut menggunakan format best of 3 (Bo3).
Indonesia harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan. Mongolia memberikan perlawanan sengit, terutama pada game pertama dengan strategi yang cukup menyulitkan permainan timnas.
Pelatih Timnas Mobile Legends Indonesia, Kenny Deo alias Xepher, mengaku senang melihat anak asuhnya mampu mencapai partai puncak. Ia juga menilai keberhasilan menyingkirkan Filipina pada babak sebelumnya menjadi modal penting bagi tim.
“Saya sebagai coach MLBB timnas, aku happy banget Indonesia bisa masuk final, terutama kita juga berhasil mengalahkan kandidat terbesar (Filipina). Biasanya Filipina sebelum-sebelumnya dapat gold medal terus. Jadi aku bangga banget untuk tim aku. Tapi ini belum selesai, aku tetap akan mencoba sebisa mungkin mendapatkan medali emas itu,” kata Xepher kepada detikINET, Rabu (30/9/2026).
Indonesia Sempat Kesulitan di Game Pertama
Indonesia menurunkan Alexander Owen Marcetami Buhe, Arif Fudin Dingarai Putra, Dalvin Ramadhana Putra, Muhammad Affan Wahyudi, Albert Neilsen Iskandar, dan Syauki Fauzan Sumarno.
Strategi timnas dirancang oleh Xepher sebagai pelatih dengan dukungan Michael Abraham sebagai asisten pelatih.
Mongolia langsung memberikan tekanan sejak game pertama. Mereka menggunakan strategi dua support yang membuat Indonesia cukup kesulitan dalam team fight.
Salah satu ancaman terbesar datang dari Aulus yang ditempatkan di gold lane. Damage besar dari hero tersebut beberapa kali mampu mengganggu kombinasi hero Indonesia yang diperkuat Cecilion, Carmilla, Paquito, dan Gloo.
Aulus juga mendapat dukungan Angela yang berkali-kali menggunakan ultimate untuk memperkuatnya. Sementara itu, Minotaur menjadi pengganggu lain dalam team fight karena mampu mengacaukan formasi timnas.
Esmeralda juga menjadi masalah bagi Indonesia. Daya tahannya membuat lini belakang timnas kesulitan menghabisinya ketika pertarungan berlangsung.
Indonesia kemudian menemukan momentum pada menit-menit akhir. Kerja sama yang lebih solid membuat Sumarno dan kawan-kawan mampu memenangkan war penting di sekitar area Lord.
Keunggulan tersebut dimanfaatkan Indonesia untuk melakukan tekanan dari berbagai sisi. Dengan bantuan Lord ketiga, timnas menyerang melalui bot, top, dan mid lane secara bersamaan.
Pertahanan Mongolia akhirnya runtuh. Indonesia menghancurkan base utama lawan dan mengamankan kemenangan pada game pertama.
Bangkit di Game Kedua
Memasuki game kedua, Indonesia mengubah komposisi hero. Sumarno memilih Uranus untuk mengisi exp lane, sementara Badang digunakan untuk mendampingi Moskov di gold lane.
Posisi jungler dipercayakan kepada Hirara, sedangkan Zhuxin dimainkan di mid lane.
Namun, perubahan strategi tersebut belum langsung membuahkan hasil. Mongolia justru tampil lebih agresif sejak early game dan beberapa kali memaksa Indonesia masuk ke dalam team fight.
Kombinasi Atlas dan Vexana menjadi salah satu senjata Mongolia untuk mengacaukan formasi Indonesia.
Titik balik terjadi pada menit ke-11. Indonesia berhasil mengeliminasi seluruh hero Mongolia dalam satu momentum team fight.
Situasi serupa kembali terjadi satu menit kemudian. Keunggulan tersebut memberikan ruang bagi Indonesia untuk mengamankan Lord kedua.
Setelah mendapatkan Lord, timnas langsung meningkatkan tekanan ke pertahanan Mongolia. Serangan demi serangan akhirnya membuat Indonesia kembali menghancurkan base lawan sekaligus memastikan kemenangan 2-0.
Hasil tersebut membawa Timnas Mobile Legends Indonesia ke final Asian Games 2026.
Di partai puncak, Indonesia akan menghadapi Myanmar pada Kamis (1/10/2026). Pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 waktu setempat atau sekitar 12.00 WIB dengan format best of 7 (Bo7).
Indonesia kini tinggal selangkah lagi untuk memperebutkan medali emas esports Asian Games 2026. MK-dtc
Redaktur : Munawir Sani
