Kepala Sekolah Rakyat Natuna, Bumiselan. (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Sekolah Rakyat (SR) Natuna masih menghadapi keterbatasan fasilitas belajar karena kegiatan pendidikan hingga kini masih menumpang di kompleks Asrama Haji Natuna.
Kondisi tersebut membuat pengelola harus menyesuaikan penggunaan ruangan dengan jumlah rombongan belajar yang tersedia. Sejumlah kamar asrama bahkan dimanfaatkan sebagai ruang kelas.
“Kalau sekarang ini kita terkendala terutama fasilitas ruangan kita karena masih numpang di asrama haji ini,”ujar Kepala Sekolah Rakyat Natuna, Bumiselan, saat dikonfirmasi, Rabu (30/09/2026).
Menurutnya, pembagian kelas juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan. Untuk tingkat SMA, semula terdapat dua lokal harus dibagi menjadi tiga lokal karena adanya pembagian jurusan.
“Anak-anak kan dibagi berapa kelas ni, walaupun jumlah mereka untuk SMA itu ada 2 lokal tapi SMA harus terbagi menjadi 3 lokal,” tuturnya.
Sementara itu, tingkat SMP yang semula memiliki tiga lokal kini harus dibagi menjadi empat lokal. Sedangkan tingkat SD yang memiliki dua lokal juga harus dibagi menjadi tiga lokal.
“Kemudian yang SMP itu kita bagi menjadi 4 lokal sekarang walaupun dia 3 lokal. Kemudian yang sd ini 2 lokal tapi kita bagi menjadi 3 lokal,” tambahnya.
Dengan kondisi tersebut, total terdapat 11 lokal yang harus menggunakan ruangan di kompleks Asrama Haji.
Selain persoalan ruang belajar, fasilitas bagi siswa baru juga masih menjadi kendala. Sejumlah perlengkapan, termasuk pakaian siswa, disebut belum tiba.
“Kendala yang lain anak anak baru ini belum mendapatkan fasilitas seperti pakaian belum datang,” jelasnya.
Persoalan lain yang sempat dihadapi adalah ketersediaan air. Namun, masalah tersebut mendapat dukungan dari Polres Natuna dan PDAM.
“Kendala yang lain kemarin ada masalah air, tapi Alhamdulillah dari pihak polres Natuna dan PDAM sudah membantu, kemudian untuk mengatasi masalah air ini kita juga sudah buat sumur bor,” katanya.
Bumiselan berharap persoalan air tidak lagi menjadi kendala pada tahun mendatang. Terlebih, pemerintah daerah disebut akan mendapatkan bantuan terkait penyediaan air.
“Kalau tahun depan insyallah kita tidak terkendala air lagi, ini kan pemerintah daerah saya dengar akan dapat bantuan masalah air, insyaAllah kita akan dibantu juga,” ucapnya.
Keterbatasan fasilitas tersebut menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat Natuna selama masih berada di Asrama Haji. Pengelola berharap dukungan berbagai pihak dapat membantu memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan dan menunjang aktivitas para siswa. (nang)
Redaktur: Munawir Sani
