Menko PMK Pratikno memimpin Rapat Tingkat Menteri Program Prioritas Nasional Keolahragaan di Kantor Kemenko PMK

Menko PMK Pratikno saat memimpin Rapat Tingkat Menteri membahas penguatan 21 cabang olahraga unggulan dan pembangunan Akademi Pelatihan Olahraga Nasional di Ranca Bungur, Bogor.

JAKARTA (marwahkepri.com) — Di sebuah ruang rapat di Kantor Kemenko PMK, arah masa depan olahraga Indonesia dibicarakan dengan nada serius. Bukan sekadar soal medali, melainkan tentang harga diri bangsa.

Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), menegaskan bahwa olahraga kini ditempatkan sebagai program prioritas nasional. Arahnya jelas: mewujudkan kedigdayaan bangsa, sebagaimana ditekankan oleh Prabowo Subianto.

“Arahan Bapak Presiden jelas, kita harus mewujudkan kedigdayaan bangsa melalui olahraga. Tidak hanya menambah cabang unggulan menjadi 21, tetapi juga membangun kawasan pembinaan berstandar internasional dan memastikan kesejahteraan atlet terjamin,” ujar Pratikno saat memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) Program Prioritas Nasional Keolahragaan, Kamis (19/2/2026).

Langkah pertama yang disepakati adalah memperluas pembinaan cabang olahraga unggulan nasional dari 14 menjadi 21 cabang. Pemerintah pusat dan daerah akan berbagi peran secara terstruktur, dengan pembagian kewenangan yang lebih jelas antara provinsi dan kabupaten/kota.

Kebijakan ini bukan sekadar menambah angka. Ia menjadi fondasi untuk menatap panggung besar: SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade 2028.

Baca Juga:  Gianni Infantino Tiba di Indonesia, Saksikan Final FIFA ASEAN Cup 2026

Salah satu keputusan strategis dalam rapat itu adalah pembangunan Akademi Pelatihan Olahraga Nasional di Ranca Bungur, Kabupaten Bogor, di atas lahan sekitar 500 hektare.

Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem terpadu: pendidikan, pelatihan, sport science, hingga layanan kesehatan olahraga. Sejumlah kementerian dan lembaga—mulai dari Kementerian PU, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, BUMN, hingga pemerintah daerah—menyatakan dukungan percepatan pembangunan.

Ranca Bungur diproyeksikan menjadi jantung pembinaan atlet masa depan, tempat talenta muda ditempa dengan standar internasional.

Selain Bogor, kawasan Cibubur juga akan ditransformasi menjadi pusat Sports Wellness, Rehabilitation, dan Sports Science yang terintegrasi dengan Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON). Transformasi ini membutuhkan kolaborasi lintas kementerian agar benar-benar menjadi sport center terpadu berkelas dunia.

Di sisi lain, penguatan Beasiswa Prestasi Olahraga turut menjadi perhatian. Program ini akan mencakup atlet, pelatih, hingga tenaga manajemen olahraga melalui kerja sama dengan LPDP dan Kemendiktisaintek.

“RTM ini kita lakukan untuk mengonkretkan dukungan lintas kementerian dan lembaga. Program ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua harus bergerak dengan aksi nyata agar target besar olahraga nasional sesuai harapan Presiden benar-benar tercapai,” tegasnya.

Baca Juga:  Ketua Komisi X DPR RI Kecam Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Atlet Panjat Tebing

Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat negara, antara lain Nasaruddin Umar, Erick Thohir, Akhmad Wiyagus, Edward Omar Sharif Hiariej, Fajar Riza Ul Haq, Fauzan, Dante Saksono Harbuwono, Ossy Dermawan, serta Direktur Utama PTPN III Denaldy Mulino Mauna.

Kehadiran mereka menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar agenda sektoral, melainkan kerja besar lintas kementerian.

Di balik semua perencanaan itu, ada satu cita-cita yang sedang dibangun perlahan: menjadikan olahraga sebagai simbol kebangkitan nasional. Dari ruang rapat di Jakarta hingga lapangan latihan di Ranca Bungur, fondasi itu mulai ditata.(*)

Redaktur : Munawir Sani