Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan belasungkawa dan menyerahkan bantuan kepada keluarga 23 prajurit Marinir yang gugur di Mako Kormar, Jakarta Pusat.
JAKARTA (marwahkepri.com) – Langit Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026), terasa muram ketika iring-iringan kendaraan memasuki kawasan Markas Komando Korps Marinir. Di halaman Korps Marinir TNI Angkatan Laut, langkah-langkah berat para keluarga prajurit menyatu dalam suasana duka yang pekat.
Pagi itu, Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, datang bukan sekadar menjalankan agenda resmi. Ia hadir untuk menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga 23 prajurit Yonif 9/Bala Jala Yudha Perkasa, Brigif 4 Marinir/BS, yang gugur dalam bencana longsor di Cisarua.
Setibanya di Mako Kormar, Menhan Sjafrie memilih mendekat. Ia berinteraksi langsung dengan para keluarga, menyalami satu per satu, mendengarkan dengan saksama, dan menyampaikan ungkapan belasungkawa secara pribadi. Beberapa keluarga tak kuasa menahan air mata. Di tengah keheningan itu, dukungan moril terasa lebih bermakna daripada sekadar kata-kata.
Dalam sambutannya, Menhan menegaskan bahwa kehadirannya bukan hanya sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai wakil pemerintah yang membawa salam hormat dan duka cita dari Presiden Republik Indonesia kepada seluruh keluarga prajurit yang gugur.
Ia menuturkan, menjaga hubungan emosional dengan prajurit beserta keluarganya merupakan bagian dari tanggung jawab moral seorang Menteri Pertahanan. Baginya, pengorbanan para prajurit adalah bentuk bakti tertinggi kepada negara. Karena itu, negara berkewajiban memberikan penghargaan serta jaminan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Selain bantuan yang telah diberikan sebelumnya, pada kesempatan tersebut Menhan Sjafrie atas nama Kementerian Pertahanan juga menyerahkan bantuan kepada seluruh keluarga prajurit. Bantuan itu bukan sekadar simbol, melainkan wujud kehadiran negara di tengah kehilangan yang tak tergantikan.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama. Kepala-kepala tertunduk, tangan-tangan terangkat, memanjatkan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan para prajurit yang gugur mendapat tempat terbaik.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Kepala Staf Angkatan Laut, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Pangkormar, Sekjen Kemhan, Irjen Kemhan, serta para pejabat utama Kemhan dan TNI AL.
Di Mako Kormar hari itu, duka bukan hanya milik keluarga. Ia menjadi duka bangsa. Dan di antara isak tangis yang tertahan, terselip satu keyakinan: pengorbanan para prajurit tak akan pernah dilupakan.(Biro Humas Kemhan)
