Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau Yonif TP 892/Vikasa Sena di Way Kanan

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau fasilitas dan menerima paparan di Yonif TP 892/Vikasa Sena, Way Kanan, Lampung.

WAY KANAN (marwahkepri.com) – Usai melaksanakan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri TP 848/Satya Pandya Cakti (SPC), Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melanjutkan agenda kerjanya ke Yonif TP 892/Vikasa Sena.

Satuan tersebut merupakan bagian dari Brigif TP 88/Ksatria Bukit Kaba Kodam XXI/Radin Inten yang berlokasi di Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Kamis (26/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menhan menerima paparan dari Danyonif TP 892/Vikasa Sena terkait dampak kehadiran satuan terhadap masyarakat. Keberadaan Yonif TP 892 dinilai memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas sosial, di antaranya meningkatnya rasa aman seiring menurunnya aksi begal dan peredaran narkoba.

Selain itu, satuan juga mendukung pelayanan kesehatan melalui keterlibatan personel medis di Puskesmas Way Tuba serta mendorong tumbuhnya aktivitas UMKM di sekitar markas yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Menanggapi paparan tersebut, Sjafrie menegaskan bahwa kesiapan tempur harus tetap menjadi prioritas utama satuan. Hal itu diwujudkan melalui latihan menembak rutin guna menjaga dan mengasah kemampuan prajurit, baik untuk mendukung penugasan operasional maupun kompetisi militer.

Baca Juga:  Indonesia Beli Rudal BrahMos Rp10,2 Triliun dari India, Perkuat Pertahanan Maritim

Untuk menunjang profesionalisme, Menhan mendorong pembangunan lapangan tembak sebagai sarana pembinaan kemampuan prajurit. Ia menekankan agar proses perencanaan dilakukan secara matang dengan memperhatikan ketersediaan lahan serta menghindari potensi benturan dengan masyarakat dan instansi di sekitar wilayah.

Dalam kesempatan itu, Menhan juga meninjau pembangunan tahap pertama fasilitas satuan yang telah mencapai 100 persen. Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan guna memastikan kualitas hasil pembangunan tetap terjaga.

Lebih lanjut, Sjafrie menggarisbawahi perlunya sinkronisasi antar batalyon di jajaran Brigif TP untuk memperkuat kemampuan saling mendukung (self-support) dalam setiap pelaksanaan tugas. Ia juga menegaskan bahwa integritas prajurit merupakan fondasi utama profesionalisme satuan.

Sebagai bagian dari pendekatan berbasis dampak sosial, Menhan mengarahkan agar satuan menyusun grafik pemantauan terhadap pengaruh kehadiran batalyon di tengah masyarakat, mencakup aspek keamanan, kesehatan, dan ekonomi.

Langkah tersebut diharapkan menjadi dasar evaluasi sekaligus penguatan peran satuan dalam membangun ketahanan wilayah. Dengan demikian, keberadaan TNI tidak hanya berfungsi sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga sebagai solusi dalam menjaga keamanan, meningkatkan kesejahteraan, dan mempererat hubungan dengan masyarakat.(*)

Baca Juga:  Menhan Kunjungi Mako Kormar Jakarta untuk Menyampaikan Duka Cita

(Biro Humas dan Infohan Setjen Kemhan)