Doomscrolling media sosial berdampak buruk pada jantung

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/amenic181

JAKARTA (marwahkepri.com) – Doomscrolling, kebiasaan terus-menerus menggulir media sosial di ponsel, kerap dianggap cara mudah melepas penat. Namun, kebiasaan ini dapat memicu kecemasan dan berdampak negatif pada kesehatan jantung, terutama bila dilakukan segera setelah bangun tidur.

“Saat kamu langsung memeriksa ponsel sesaat setelah bangun tidur, kamu sebenarnya sedang menyerahkan fokusmu pada hal-hal yang sering kali memicu kecemasan atau perasaan membanding-bandingkan diri,” terang ahli bedah toraks di Southern California Surgical, Dr Alexandra Kharazi, MD, FACS, dikutip dari Parade.

Menurut Dr Kharazi, kebiasaan ini menunda aktivitas fisik, memangkas waktu untuk rutinitas bermakna, dan membuat seseorang terjebak dalam kondisi reaktif.

Ahli jantung di Miami, Dr Leonard Pianko, MD, menjelaskan bahwa doomscrolling dapat merangsang hormon fight or flight, meningkatkan tekanan darah, dan memaksa jantung bekerja lebih keras. “Tekanan darah tinggi dapat memaksa jantung bekerja lebih keras, yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung koroner,” ujarnya.

Dr Cheng-Han Chen, MD, kardiologi intervensi sekaligus direktur medis di MemorialCare Saddleback Medical Center, menambahkan bahwa durasi menatap layar juga meningkatkan perilaku kurang gerak. “Hal ini kemudian dapat meningkatkan risiko kondisi kardiometabolik seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas,” kata Dr Chen.

Baca Juga:  YouTube Naikkan Syarat Monetisasi Mulai 2027, Kreator Baru Harus Kejar 8.000 Jam Tayang

Doomscrolling sebelum tidur juga berdampak buruk pada kualitas tidur. Menurut Dr Chen, kurang tidur akibat kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Seiring waktu, kebiasaan doomscrolling berpotensi mengabaikan pola hidup sehat yang seharusnya melindungi jantung, seperti olahraga, tidur berkualitas, dan pengelolaan stres. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani