Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Tanjungpinang, Anik Kisdaryani.(foto/istimewa)
TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Di tengah laju pembangunan kota dan derasnya arus digitalisasi, ada lima anak muda yang memilih jalan berbeda. Mereka menekuni tanah, menanam harapan, dan menjaga keberlanjutan pangan di Kota Tanjungpinang.
Pemerintah Kota Tanjungpinang mencatat, hingga Februari 2026 terdapat lima petani milenial aktif. Jumlah itu memang belum banyak, namun menjadi titik awal regenerasi petani di daerah yang terus berkembang ini.
Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Tanjungpinang, Anik Kisdaryani, menyebutkan bahwa kelima petani muda tersebut tergabung dalam tiga kelompok tani, yakni Kelompok Tani Maju Mapan dan Harapan Jaya di Kelurahan Dompak, serta Kelompok Tani Maju Jaya di Kelurahan Batu Sembilan.
”Sebanyak lima orang menjadi petani milenial, nah, lima orang ini termasuk di dalam tiga kelompok tani,” ujar Anik Kisdaryani, seperti dilansir dari RRI.
Di balik angka itu, ada kerja pendampingan yang terus dilakukan. Pemerintah melalui penyuluh pertanian turun langsung ke lapangan, mendampingi para petani muda agar tetap adaptif dan produktif.
“Sekarang kan ada penyuluh pertanian nih, jadi penyuluh pertanian tugasnya untuk di lapangan mendampingi mereka,” ucapnya.
Di lahan-lahan yang mereka kelola, peralatan yang digunakan masih tergolong sederhana. Rotari dan mesin pompa air menjadi penopang utama aktivitas bertani. Sementara penerapan sistem hidroponik lebih banyak dikembangkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT).
”Petani milenial lebih ke bagaimana teknologi yang terbarukan untuk diterapkan di kelompok tani mereka,” tuturnya.
Upaya modernisasi tetap menjadi perhatian. Pemerintah berkomitmen mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani muda, termasuk melalui pelatihan yang difasilitasi pemerintah pusat.
”Untuk memajukan SDM maka petani milenial akan kita ikutkan dan mereka pernah juga mengikuti pelatihan-pelatihan itu,” katanya, mengakhiri.
Di tengah tantangan minat generasi muda terhadap sektor pertanian, lima petani milenial ini menjadi simbol bahwa harapan belum pudar. Mereka mungkin belum banyak, namun langkah kecil di atas lahan itu bisa menjadi awal kebangkitan pertanian kota—yang lebih modern, adaptif, dan berkelanjutan.(*)
Redaktur : Munawir Sani
