Rapat forum kemitraan pengelolaan kerjasama fasilitas kesehatan dengan pemangku kepentingan tingkat Kabupaten Natuna Tahun 2026. (f: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Kasus penyakit kronis mendominasi pelayanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kabupaten Natuna sepanjang 2026.
Data tersebut disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, Nara Grace Br Ginting, dalam Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang digelar di Kantor Bupati Natuna, Senin (28/9/2026).
Berdasarkan laporan tahunan BPJS Kesehatan dan analisis pemanfaatan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), tercatat 7.649 kasus penyakit kronis kecil lain-lain menjadi diagnosa dengan jumlah pelayanan tertinggi pada RJTL di Natuna.
Selanjutnya, prosedur terapi fisik tercatat sebanyak 3.725 kasus, prosedur pada gigi 3.463 kasus, prosedur dialisis 2.455 kasus, serta prosedur lain pada mata sebanyak 1.163 kasus.
Kemudian terdapat 790 kasus perawatan luka, ultrasound ginekologik 716 kasus, ultrasound lain-lain 706 kasus, penyakit akut kecil sebanyak 597 kasus, dan gastrointestinal 490 kasus.
Selain layanan rawat jalan, BPJS Kesehatan juga mencatat sejumlah diagnosa yang mendominasi pelayanan Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL) di Natuna selama 2026.
Untuk RITL, kasus terbanyak tercatat pada operasi pembedahan caesar ringan sebanyak 149 kasus. Berikutnya faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan (ringan) sebanyak 109 kasus, simple pneumonia dan whooping cough ringan 79 kasus, nyeri abdomen dan gastroenteritis 72 kasus, serta prosedur pada kulit sebanyak 68 kasus.
Selanjutnya, persalinan vaginal ringan tercatat 62 kasus, kecederaan pembuluh darah otak 55 kasus, operasi pembedahan caesar sedang 54 kasus, gangguan pembuluh darah 53 kasus, dan gangguan antepartum ringan sebanyak 50 kasus.
”Data ini menunjukkan 10 diagnosa dengan jumlah pelayanan terbanyak di Kabupaten Natuna pada tahun 2026,” ujar Grace.
Melalui forum kemitraan tersebut, Grace berharap komunikasi dan koordinasi antar-pemangku kepentingan dalam pengelolaan layanan kesehatan dapat semakin efektif.
Ia juga mendorong penguatan kolaborasi untuk meningkatkan mutu sekaligus pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Natuna.
Sementara itu, Sekda Natuna Boy Wijanarko Varianto, berharap semoga forum kemitraan ini menjadi wadah evaluasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, hasil evaluasi dalam forum tersebut diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan pelayanan kesehatan di Kabupaten Natuna ke depan.
Hadir pada kesempatan itu, Kepala BPJS Kesehatan Natuna,Sekretaris Komisi I DPRD Natuna, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPKPD, Dirut RSUD Natuna, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait. MK-nang
Redaktur : Munawir Sani
