Mohd Bisri dan Ansar Ahmad saat menyampaikan program beasiswa dokter spesialis Kepri

Ilustrasi Pemprov Kepri buka 58 beasiswa Dokter Spesialis. (f: ai)

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Kesehatan Kepri menyiapkan 58 kuota beasiswa pendidikan dokter spesialis dasar dan penunjang (subspesialis) untuk kabupaten dan kota se-Kepri pada tahun anggaran 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mohd Bisri, menyampaikan setiap penerima beasiswa akan mendapatkan pembiayaan rata-rata Rp200 juta per orang hingga menyelesaikan pendidikan, dengan durasi studi rata-rata empat tahun.

“Ada konsekuensinya bagi dokter yang mengambil beasiswa dokter spesialis ini,” kata Bisri, Senin (16/2/2026).

Ia menjelaskan, beasiswa diberikan untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di rumah sakit pemerintah atau RSUD kabupaten dan kota se-Kepri serta RSUD provinsi. Dokter spesialis dasar yang menjadi prioritas meliputi dokter kandungan, dokter bedah, dan dokter anak.

Besaran dana yang diterima masing-masing dokter bervariasi, tergantung universitas tempat pendidikan. Pembiayaan diberikan hingga pendidikan selesai.

Konsekuensinya, dokter penerima beasiswa wajib mengabdi di daerah minimal selama 20 tahun sesuai penempatan di wilayah masing-masing.

“Yang mengajukan beasiswa dokter spesialis ini dari pemerintah kabupaten dan kota, atau bupati dan wali kota,” katanya.

Baca Juga:  Ansar dan Nyanyang Safari Ramadan di Dabo Singkep, Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi

Kriteria penerima beasiswa yakni dokter telah lulus tes masuk pendidikan dokter spesialis serta memiliki KTP Kepri.

“Pendaftaran sudah dimulai untuk mendapatkan beasiswa dokter spesialis. Seleksinya sesuai dengan daerah. Yang di kabupaten kota, itu seleksinya di kabupaten dan kota. Kalau di provinsi, seleksinya di provinsi,” jelasnya.

Dokter yang telah mendaftar pada 2025 tetap diakomodasi. Hingga saat ini, sekitar 50 nama telah terdaftar.

“Tahun anggaran 2026 ini, ada 58 kuota beasiswa dokter spesialis yang kita sediakan. Itu targetnya, 58 orang,” sebut Bisri.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan program tersebut merupakan langkah strategis penguatan sumber daya manusia di bidang kesehatan.

“Kami ingin dokter-dokter terbaik lahir dari Kepri dan kembali mengabdi untuk masyarakat Kepri,” kata Ansar.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga perlu mempersiapkan infrastruktur kesehatan seiring dukungan penyediaan dokter oleh pemerintah pusat.

“Mari kita sambut baik langkah ini, tapi tetap harus mempersiapkan juga infrastruktur kesehatan di Kepri,” ujarnya. MK-disk

Redaktur : Munawir Sani

Baca Juga:  Pemprov Kepri Gelontorkan Rp 8 Miliar Bangun Jembatan Sekunyam-Pian Tengah Natuna