Main-KV.v1

Webtoon line. (f: line)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Otoritas Korea Selatan dan Vietnam berhasil membongkar dugaan kasus pembajakan webtoon berskala besar yang melibatkan sepasang warga Vietnam. Keduanya ditangkap setelah diduga menerjemahkan dan menyebarluaskan ribuan webtoon Korea secara ilegal melalui sejumlah situs daring.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan mengonfirmasi penangkapan tersebut pada akhir pekan lalu. Operasi penindakan dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah Korea Selatan dan Vietnam.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pasangan tersebut diduga telah menerjemahkan lebih dari 14 ribu judul K-Webtoon. Sekitar 70 persen konten diterjemahkan dari bahasa Korea ke bahasa Inggris sebelum didistribusikan secara ilegal melalui berbagai situs web.

Para pelaku diduga memperoleh keuntungan dari pemasangan iklan digital yang ditampilkan di situs-situs tersebut.

Media Korea melaporkan, situs webtoon bajakan yang mereka kelola berhasil menarik lebih dari 1,1 miliar kunjungan dalam kurun waktu satu tahun.

Akibat aktivitas ilegal tersebut, kerugian industri webtoon Korea diperkirakan mencapai 207,2 miliar won atau sekitar Rp2,42 triliun.

Penyelidikan kasus ini dimulai sejak Juni 2025. Pemerintah Korea Selatan kemudian berkoordinasi dengan aparat penegak hukum Vietnam untuk menelusuri aktivitas para pelaku.

Sepanjang proses investigasi, kedua negara disebut aktif bertukar data, bukti digital, dan informasi terkait dugaan pelanggaran hak cipta tersebut.

Saat ini pasangan yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan oleh pihak berwenang Vietnam. Setelah proses penyidikan selesai, kasus tersebut akan dilimpahkan kepada jaksa untuk dibawa ke persidangan.

Menteri Kebudayaan Korea Selatan, Chae Hwi Young, menyebut pengungkapan kasus ini menjadi contoh keberhasilan kerja sama internasional dalam melindungi hak cipta konten digital Korea di luar negeri.

“Kasus ini memiliki makna penting karena menghadirkan model kerja sama publik-swasta dan kolaborasi internasional yang sukses dalam menanggapi pelanggaran hak cipta konten Korea di luar negeri,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah Korea Selatan akan terus memperkuat kerja sama internasional guna melindungi industri kreatif dan memastikan para kreator memperoleh penghargaan yang layak atas karya mereka.

“Pemerintah akan terus memperkuat kerja sama tersebut dan berupaya memastikan bahwa konten Korea mendapatkan pengakuan yang adil atas nilainya di seluruh dunia,” katanya.

Kasus ini menjadi salah satu pengungkapan pembajakan konten digital terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan kembali menyoroti besarnya tantangan perlindungan hak cipta di era internet global. MK-mun

Redaktur : Munawir Sani