Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan penyaluran THR ASN pusat, daerah, dan pensiunan menjelang Idulfitri 2026.
JAKARTA (marwahkeri.com) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah selalu menyiapkan dukungan pendanaan untuk penanganan bencana di seluruh Indonesia.
Purbaya menyebut dana kebencanaan yang dikelola pemerintah melalui Kementerian Keuangan senantiasa berada dalam posisi siaga sekitar Rp5 triliun. Anggaran tersebut dapat ditambah apabila kebutuhan penanganan bencana melebihi dana yang tersedia.
“Dana bencana itu selalu siaga di angka Rp5 triliun. Tapi kalau kurang, kita tambah lagi, tergantung kebutuhan yang diajukan BNPB,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).
Menurut Purbaya, setiap permintaan pendanaan untuk penanganan bencana akan segera ditindaklanjuti melalui mekanisme dan standar operasional prosedur (SOP) yang telah disiapkan pemerintah.
“Begitu ada permintaan resmi masuk, kami langsung tindak lanjuti dengan cepat. Khusus untuk kebutuhan bencana, SOP kita memang dirancang responsif, selama permintaannya jelas,” jelasnya.
BNPB Juga Punya Dana Siap Pakai
Selain dana yang dikelola Kementerian Keuangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memiliki dana siap pakai untuk memenuhi kebutuhan darurat di lapangan.
Purbaya menyebut cadangan dana siap pakai yang tersedia di BNPB berada di kisaran Rp500 miliar.
“Di BNPB juga sudah tersedia dana yang siap digunakan, sekitar Rp500 miliar dalam posisi siaga. Kalau kurang, kami tambahkan kembali,” kata Purbaya.
Dengan demikian, pemerintah memiliki sejumlah instrumen pendanaan yang dapat digunakan untuk merespons kebutuhan penanganan bencana. Besaran dukungan tambahan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan pengajuan resmi dari BNPB.
Anggaran Disesuaikan dengan Kebutuhan
Purbaya mengatakan bencana alam dapat memengaruhi momentum pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Karena itu, kesiapan anggaran menjadi salah satu aspek penting agar keterbatasan pembiayaan tidak menghambat proses penanganan bencana.
Ia menegaskan dukungan anggaran akan terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan.
“Dukungan anggaran akan terus disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan serta permintaan resmi dari BNPB, guna memastikan respons kebencanaan berjalan cepat, terukur, dan tepat sasaran, sekaligus menjaga kesiapan fiskal Pemerintah dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Pemerintah berharap mekanisme tersebut dapat memastikan penanganan bencana berlangsung cepat dan tepat sasaran, sekaligus menjaga kemampuan fiskal negara dalam menghadapi berbagai situasi darurat. MK-idx
Redaktur : Munawir Sani
