Gubernur Ansar Ahmad memimpin rapat persiapan KURMA 2026 di Gedung Daerah Kepri

Gubernur Kepri Ansar Ahmad memimpin rapat persiapan pelaksanaan KURMA 2026 di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Jumat (20/2/2026).

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa Kepulauan Riau Ramadan Fair (KURMA) 2026 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari strategi penguatan ekonomi daerah berbasis syariah dan pemberdayaan UMKM.

“KURMA harus menjadi penggerak ekonomi umat,” tegas Ansar saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan KURMA 2026 di Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Jumat (20/2/2026).

Ansar menginginkan 500 UMKM yang terlibat benar-benar merasakan dampak perputaran ekonomi selama Ramadan. Di sisi lain, masyarakat juga memperoleh kemudahan mengakses layanan pemerintah dalam satu kawasan yang tertata dan nyaman.

“Kita ingin menjadikan momentum Ramadan sebagai ruang konsolidasi ekonomi rakyat sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya.

Rapat tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Luki Zaiman, Ketua LAM Kepri Raja Al Hafiz, jajaran perangkat daerah, instansi vertikal, serta unsur pendukung lainnya.

Pilitisi Partai Golkar ini menjelaskan, KURMA 2026 dirancang sebagai event terpadu yang menggabungkan bazar UMKM, pelayanan publik, edukasi ekonomi syariah, promosi pariwisata, hingga kegiatan religi dalam satu ekosistem Ramadan.

Baca Juga:  Produk Perikanan Kepri Tembus Pasar Australia, Ekspor Perdana dari Bandara RHF

Berbagai layanan publik akan tersedia di lokasi kegiatan, di antaranya pelayanan Hak Kekayaan Intelektual dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kepesertaan BPJS Kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis oleh Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Kimia Farma, serta layanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Selain itu, tersedia pelayanan pajak kendaraan melalui Samsat/Bapenda, layanan keimigrasian, konsultasi haji dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia, layanan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional, pelayanan Pegadaian, hingga fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

Di sektor keuangan dan ekonomi syariah, KURMA 2026 berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan Kepri, melibatkan sejumlah perbankan nasional dan daerah seperti Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, Bank Syariah Indonesia, Bank Riau Kepri, dan Bank Central Asia.

Untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan, pasar murah sembako disediakan oleh Disperindag dan Dinas Ketahanan Pangan. Area promosi pariwisata dan budaya juga dihadirkan dengan tema bahari, nature, dan adventure, serta permainan rakyat dan pertunjukan seni budaya Melayu.

Baca Juga:  Nyanyang Ajak Masyarakat Do'akan Kemajuan Kepri

Beragam perlombaan religi seperti lomba adzan, da’i, sholawat, kompang, dan busana muslim turut memeriahkan acara yang berpuncak pada penutupan 8 Maret 2026 di Tanjungpinang.

Penutupan KURMA 2026 direncanakan akan dihadiri langsung oleh Tito Karnavian.

“Melalui KURMA 2026, kita ingin menghadirkan Ramadan yang tidak hanya khusyuk secara spiritual, tetapi juga berdampak secara ekonomi. Inilah komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam membangun ekonomi umat sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat,” tutup Ansar.MK-YR

Redaktur : Munawir Sani