Ilustrasi Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran setelah helikopter Apache ditembak jatuh di Selat Hormuz. (f: ai)
Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut serangan dimulai sekitar pukul 17.00 waktu setempat atas perintah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
“Pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan serangan pertahanan diri terhadap Iran sebagai respons atas penembakan jatuh helikopter Apache Angkatan Darat AS sehari sebelumnya,” demikian pernyataan CENTCOM.
Baca juga : Donald Trump Ngamuk ke Netanyahu Gara-gara Serangan Israel di Lebanon
Pihak militer AS menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan respons yang proporsional terhadap tindakan Iran dan tidak dimaksudkan sebagai eskalasi menuju perang yang lebih luas. Sasaran serangan dilaporkan mencakup sejumlah sistem pertahanan udara, radar, dan fasilitas militer Iran di wilayah selatan negara tersebut.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, sejumlah media Iran melaporkan terdengarnya ledakan di beberapa wilayah pesisir dekat Selat Hormuz, termasuk kawasan Sirik dan Pulau Qeshm di Provinsi Hormozgan.
Insiden ini bermula ketika helikopter Apache milik AS jatuh saat berpatroli di sekitar Selat Hormuz. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa helikopter tersebut ditembak jatuh oleh Iran. Meski demikian, kedua awak pesawat berhasil diselamatkan dan tidak mengalami luka serius.
Baca juga : Iran Ancam Jadikan Teluk Oman Kuburan Kapal AS Jika Blokade Laut Tak Dicabut
Trump menegaskan bahwa Washington tidak dapat membiarkan insiden tersebut berlalu tanpa respons.
“Mereka menembak jatuh salah satu helikopter Apache kami yang sangat canggih. Amerika Serikat harus merespons serangan ini,” ujar Trump.
Serangan terbaru ini semakin memperbesar ketidakpastian terhadap upaya perdamaian yang selama beberapa waktu terakhir tengah diupayakan antara Washington dan Teheran. Ketegangan juga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah serta keamanan jalur pelayaran energi global di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur minyak terpenting dunia.
Hingga saat ini, Iran telah memperingatkan akan memberikan respons terhadap tindakan militer AS, sementara situasi di kawasan masih terus berkembang. MK-dtc
Redaktur : Munawir Sani
