Penyusutan air waduk di Batam saat musim kemarau

Waduk Duriangkang di Kota Batam. (Foto: BP Batam)

BATAM (marwahkepri.com) – Musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Maret mendatang mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air baku di Kota Batam. Kondisi cuaca kering menyebabkan pasokan air ke sejumlah waduk terus berkurang

Kota Batam sendiri tidak memiliki sumber air baku alami yang melimpah seperti sungai besar atau danau alami. Seluruh kebutuhan air bersih masyarakat bergantung pada air hujan yang ditampung di waduk serta daerah tangkapan air (DTA). Karena itu, perubahan cuaca dan minimnya curah hujan berdampak langsung pada volume air yang masuk ke waduk.

Pengelola air bersih di Batam, PT Air Batam Hilir (ABH) menyatakan penyusutan permukaan air waduk saat ini tercatat rata-rata mencapai 2 hingga 3 sentimeter per hari.

“Kondisi tersebut membuat ketahanan air di beberapa waduk berada dalam status darurat,” katanya dikutip dari laman Instagram @airbatamhilir, Jumat (1232/2026).

PT ABH pun terus melakukan berbagai langkah antisipasi agar kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi, terutama menjelang perayaan Imlek, Ramadan, dan Idulfitri, di mana konsumsi air masyarakat biasanya meningkat. MK-mun

Baca Juga:  Warga Bengkong Keluhkan Banjir hingga Infrastruktur, Ini Jawaban Amsakar

Redaktur: Munawir Sani