Kebakaran lahan kosong di Sedarat Baru Natuna

Petugas gabungan melakukan penanganan kebakaran lahan kosong di Desa Sedarat Baru, Kecamatan Bunguran Batubi, Natuna, Senin (1/9/2026). (Foto: nang)

NATUNA (marwahkepri.com) – Kebakaran lahan kosong terjadi di kawasan Jalan Poros Sedarat Baru–Gunung Putri, Desa Sedarat Baru, Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna, Senin (1/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Api berhasil dipadamkan setelah personel kepolisian, pemadam kebakaran, BPBD dan masyarakat melakukan penanganan bersama.

Informasi mengenai kebakaran tersebut diterima petugas pada Senin (1/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Personel Polsek Bunguran Barat bersama jajaran Bhabinkamtibmas kemudian bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Upaya pemadaman melibatkan Damkar Polres Natuna, Damkar Kabupaten Natuna, BPBD serta masyarakat setempat.

Petugas menggunakan sejumlah sarana dalam proses pemadaman, yakni satu unit mobil Damkar Polres Natuna, satu unit mobil Damkar Kabupaten Natuna, satu unit mobil pikap pengangkut air dan satu unit mobil BPBD. Masyarakat juga turut membantu menggunakan peralatan pemadaman swadaya.

Kapolsek Bunguran Barat Iptu Raja Oloan Purba bersama personel turut berada di lokasi untuk memastikan proses pemadaman berjalan dengan baik sekaligus mengecek kondisi lahan.

Kepala Desa Sedarat Baru, Gunawan (38), juga memberikan keterangan kepada petugas terkait kondisi di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Pelni Batam Bawa 23.771 Penumpang selama Mudik Lebaran 2026

Setelah dilakukan pemadaman secara bersama-sama, api berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi karena kondisi angin dan sisa bara di sejumlah titik masih berpotensi memicu munculnya kembali api.

“Api sudah berhasil dipadamkan. Namun, kami tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api akibat angin maupun bara yang masih tersisa,” demikian disampaikan dalam laporan penanganan di lapangan.

Petugas juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan, terutama pembakaran terbuka saat kondisi lahan mudah terbakar.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas akan melakukan pemantauan dan mengumpulkan informasi lebih lanjut untuk mengetahui sumber awal munculnya api.

Penanganan secara cepat dan kolaborasi antara kepolisian, petugas pemadam kebakaran, BPBD serta masyarakat dilakukan untuk mencegah api meluas dan menjaga keselamatan lingkungan maupun masyarakat sekitar. (nang)

Redaktur: Munawir Sani