Bupati Natuna memimpin rapat evaluasi penanganan siaga darurat karhutla di Kantor Bupati Natuna, Rabu (15/4/2026). (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Pemerintah Kabupaten Natuna menggelar rapat evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipimpin langsung Bupati Natuna bersama wakil bupati dan sekda, Rabu (15/4/2026).
Dalam rapat tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Natuna Raja Darmika memaparkan bahwa sepanjang Januari hingga Maret 2026, luas lahan yang terdampak karhutla di Natuna mencapai 579 hektare.
Penanganan karhutla di Natuna dilakukan melalui operasi darat dan udara dengan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemerintah daerah juga memperkuat respons cepat melalui pemantauan titik panas (hotspot) yang ditindaklanjuti secara cepat setiap kali terdeteksi.
Pemkab Natuna juga telah membentuk empat posko siaga di wilayah rawan karhutla. Keberadaan posko tersebut dinilai mempercepat tindakan awal di lapangan karena tim dapat langsung bergerak tanpa menunggu instruksi panjang.
Memasuki April 2026, status penanganan karhutla di Natuna ditingkatkan dari tanggap darurat menjadi siaga darurat. Kondisi terkini menunjukkan penurunan jumlah titik api dan belum ditemukan dampak asap yang signifikan terhadap masyarakat.
BNPB turut memberikan dukungan tambahan berupa tiga unit pompa mini dan dua kendaraan roda tiga (tosa) guna memperkuat operasional penanganan di lapangan. Bupati Natuna menekankan pentingnya penempatan bantuan tersebut secara tepat sasaran sesuai kebutuhan wilayah.
Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah tantangan yang masih dihadapi, termasuk keterbatasan anggaran dalam pengoperasian posko dan penempatan personel. Bupati Natuna mempertanyakan kesiapan pembangunan posko darurat serta strategi pemenuhan sumber daya manusia.
Pemkab Natuna juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla sebagai bagian dari langkah bersama menghadapi ancaman cuaca ekstrem.
Di akhir rapat, Bupati Natuna menyampaikan terima kasih kepada BNPB atas dukungan yang diberikan dalam penanganan karhutla di wilayah Natuna. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
